Dijamin Ampuh! Ini 3 Cara Anggota Bisa Bertahan di Organisasi Sampai Akhir

Ilustrasi Cara Anggota Bisa Bertahan di Organisasi Sampai Akhir
Sumber :
  • freepik.com

OlretMempertahankan organisasi bukanlah pekerjaan yang mudah. Di dalam organisasi tentu tergabung beberapa orang dari berbagai karakter masing-masing, sehingga dengan begitu perlu ada saling memahami satu sama lain. 

Kesehatan Fisik Calon Presiden: Tafsir Ulama, Konstitusi, dan Batas Kelayakan Kepemimpinan Nasional

Utamanya seorang pemimpin, ia tidak boleh egois dalam hal mencapai suatu tujuan organisasi. Seorang pemimpin harus mampu memberikan rasa nyaman terhadap anggotanya agar tetap bisa bertahan dan mampu menjalankan tanggung jawabnya masing-masing dengan rasa bahagia. 

Ketika seorang anggota tidak merasakan lagi kebahagiaan di dalam organisasi, maka lambat laun anggota tersebut bisa saja menghilang. Dari sinilah sangat penting untuk bisa merangkul dan mempertahankan anggota organisasi. Karena ada saja anggota organisasi itu menghilang salah satunya disebabkan karena seorang pemimpin yang tak mampu memahami setiap anggotanya dengan baik. 

Teladan Khalid bin Walid Melawan Post Power Syndrome dalam Perspektif Etika Islam

Apabila anggota mulai menghilang satu per satu, maka di sinilah penting bagi seorang pemimpin menerapkankepemimpinan transformasional’. 

Dengan menerapkan kepemimpinan transformasional, berarti kamu memposisikan dirimu sebagai motivator untuk anggota atau tim kamu. Anggota organisasi yang perlahan menghilang, umumnya disebabkan karena hilangnya semangat, tujuan, dan rasa kepemilikan akan tempat ia bertumbuh. 

Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Fondasi Transisi Kekuasaan dalam Sejarah Ketatanegaraan Islam

Berikut hal yang bisa kamu lakukan untuk membuat anggota organisasi bisa bertahan sampai akhir. 

1. Menerapkan sistem komunikasi inspirasional

Seorang pemimpin harus bisa menyampaikan perasaan bangga dan anspirasi kepada anggota tanpa ada rasa gengsi. Dengan demikian, anggota kamu akan memiliki perasaan bangga menjadi bagian dari tempat ia bertumbuh. 

Kamu juga bisa memberikan kepada anggota kamu dorongan atau motivasi agar mereka bisa melihat tantangan sebagai kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. 

2. Menerapkan kepemimpinan yang suportif

Sebelum memberikan instruksi atau tugas, kamu bisa memberikan terlebih dahulu afeksi kepada anggotamu dan mengenali suasana hati mereka. Harapannya, supaya anggota kamu dapat mengerjakan tugasnya dengan baik karena ia mampu bekerja dengan sepenuh hati. 

3. Pastikan kamu memiliki pengetahuan yang cukup sebelum memulai diskusi

Ketika kamu memiliki pengetahuan yang cukup ketika sesi diskusi, setidaknya kamu dapat mengembangkan pemikiran-pemikiran baru untuk menyelesaikan setiap permasalahan dari anggota kamu. Dengan demikian, sesi diskusi akan berjalan dengan efektif dan anggotamu pun akan merasa nyaman dan tidak sia-sia dalam bergabung dengan pertemuan tersebut. 

Halaman Selanjutnya
img_title