5 Oleh-Oleh Legendaris Khas Kota Semarang yang Wajib Dibawa Pulang
Olret – Semarang bukan cuma soal wisata bersejarah dan kuliner kekinian. Kota yang dijuluki "Kota Lumpia" ini juga punya deretan oleh-oleh legendaris yang sudah menemani generasi demi generasi dari zaman nenek moyang sampai sekarang masih laris manis.
Pulang dari Semarang tanpa bawa oleh-oleh? Rasanya ada yang kurang. Ini dia lima oleh-oleh legendaris khas Semarang yang wajib masuk keranjang belanja sebelum balik ke kota asal.
1. Lumpia Semarang
Kalau Semarang punya satu makanan yang paling identik dengan kotanya, jawabannya sudah pasti: Lumpia. Camilan berbungkus kulit tipis renyah ini berisi rebung, udang, telur, dan ayam dengan cita rasa gurih manis yang khas dan sulit ditemukan di tempat lain.
Lumpia Semarang adalah hasil akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa yang sudah berlangsung ratusan tahun. Salah satu yang paling legendaris adalah Loenpia Gang Lombok yang berlokasi di Gang Lombok No. 11, Semarang Tengah. Tokonya kecil, tampilannya sederhana, tapi antreannya nggak pernah sepi baik warga lokal maupun wisatawan dari luar kota.
Fakta menarik: Penjual Loenpia Gang Lombok merupakan keturunan langsung dari pembuat lumpia asli Semarang. Ada dua varian yang tersedia lumpia basah dan lumpia goreng. Lumpia basah tahan 12 jam di luar kulkas, sedangkan lumpia goreng tahan 24 jam.
Harga: Rp25.000–Rp50.000/porsi | Frozen pack Rp37.000–Rp300.000 (isi 10–15 buah)
2. Wingko Babat
Siapa yang nggak kenal Wingko Babat? Kue bulat pipih berbahan dasar tepung ketan, kelapa parut, dan gula ini sudah menjadi oleh-oleh wajib Semarang selama puluhan tahun. Teksturnya kenyal, aromanya wangi kelapa panggang, dan rasanya manis legit, cocok banget dinikmati sambil minum teh atau kopi hangat.
Meski aslinya berasal dari Babat, Lamongan, Jawa Timur, Wingko Babat justru lebih identik dengan Semarang karena sudah lama melegenda di kawasan Stasiun Tawang. Merek paling ikonik yang wajib dicoba adalah Wingko Babat Cap Kereta Api yang sudah eksis sejak tahun 1946 dan bisa dengan mudah ditemukan di area stasiun kereta api Semarang.
Fakta menarik: Wingko Babat Cap Kereta Api sudah berdiri lebih dari 75 tahun dan resepnya tetap dipertahankan secara turun-temurun. Kini hadir dalam berbagai varian rasa seperti cokelat, pisang raja, nangka, dan durian.
Harga: Rp25.000–Rp38.000/paket | Tahan 4 hari di suhu ruang
3. Bandeng Presto
Bandeng Presto adalah bukti bahwa inovasi kuliner sederhana bisa mengubah segalanya. Ikan bandeng yang biasanya terkenal berduri banyak dan ribet dimakan, setelah melalui teknik memasak presto dengan pressure cooker, durinya jadi lunak dan bisa dimakan langsung. Bumbu kunyit, bawang putih, dan garam yang meresap sempurna ke seluruh bagian ikan membuat rasanya gurih dan kaya.
Salah satu merek paling terkenal dan terpercaya adalah Bandeng Juwana Elrina yang sudah beroperasi sejak 1977. Toko ini menawarkan beragam varian olahan bandeng mulai dari bandeng presto original, bandeng asap, bandeng otak-otak, hingga bandeng teriyaki yang semua dikemas rapi dan siap dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Fakta menarik: Teknik presto membuat bandeng tidak hanya lebih mudah dimakan, tapi juga membuat bumbu meresap hingga ke tulang. Bandeng Presto Semarang bahkan sudah terkenal hingga mancanegara dan sering dibawa sebagai oleh-oleh ke luar negeri.
Lokasi: Jl. Pandanaran No.67-69, Semarang Selatan | Berdiri sejak 1977
4. Moaci Gemini
Kalau mochi biasanya dikenal sebagai jajanan khas Jepang atau Sukabumi, Semarang punya versi uniknya sendiri Moaci Gemini. Yang membedakan adalah bagian luarnya yang dibalut biji wijen sangrai, sehingga menghasilkan aroma yang sangat wangi dan rasa yang lebih kaya dibanding mochi biasa. Isian kacang tumbuknya yang manis berpadu sempurna dengan tekstur kulitnya yang kenyal.
Moaci Gemini sudah ada sejak tahun 1985 dan hingga kini tetap mempertahankan resep aslinya yang turun-temurun. Kini tersedia dalam berbagai rasa isian seperti kacang merah, cokelat, keju, pandan, kacang hijau, stroberi, durian, hingga cookies & cream pilihan yang lebih dari cukup untuk semua selera.
Fakta menarik: Moaci Gemini telah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Tersedia dalam kemasan isi 5, 10, hingga 25 buah makin banyak makin hemat, cocok untuk dibagi-bagikan ke rekan kerja atau tetangga. Harga: Mulai Rp33.000 (rasa original) | Berdiri sejak 1985
5. Tahu Bakso Ungaran
Ungaran memang secara administratif masuk Kabupaten Semarang, tapi oleh-oleh satu ini sudah sangat lekat dengan identitas kuliner wilayah Semarang secara keseluruhan. Tahu Bakso adalah kreasi cerdas yang menggabungkan dua camilan favorit rakyat Indonesia tahu dan bakso menjadi satu yaitu tahu yang diisi adonan daging sapi giling lalu dikukus atau digoreng hingga bagian luarnya renyah dan dalamnya kenyal dan juicy.
Salah satu merek paling terkenal adalah Tahu Baxo Bu Pudji yang sudah melegenda di kalangan pecinta kuliner. Kemasannya praktis, tahan lama, dan mudah dibawa dalam perjalanan menjadikannya salah satu oleh-oleh paling diminati wisatawan yang berkunjung ke Semarang dan sekitarnya.
Fakta menarik: Selain tahu bakso original, kini tersedia varian lain seperti rolade tahu dan nugget tahu yang dikemas dalam bentuk frozen food, jadi semakin praktis dan tahan lama untuk dibawa ke mana saja.
Lokasi: Tersedia di berbagai toko oleh-oleh Semarang dan pusat oleh-oleh Jl. Pandanaran
Jangan Sampai Pulang Tangan Kosong!
Lima oleh-oleh di atas bukan sekadar makanan, masing-masing menyimpan sejarah panjang, kisah budaya, dan cita rasa yang sudah teruji dari generasi ke generasi. Dari yang gurih, manis, kenyal, hingga yang cocok dijadikan lauk, semuanya ada di Semarang.
Oleh-oleh Semarang mana yang jadi favorit? Ceritakan pengalaman belanja oleh-oleh di kolom komentar!