5 Cara Memperbaiki Akhlak Anak, Terutama Saat Memasuki Usia Remaja

Anak-anak remaja
Sumber :
  • freepik.com

Olret – Dalam mendidik anak salah satu hal yang paling penting adalah tentang bagaimana mengajarkan akhlak. Saat belajar ada kalanya akhlak anak perlu diperbaiki (menjadi lebih baik). Jika anak masih di bawah usia 10 tahun, anak cenderung lebih mudah untuk dinasihati oleh orang tuanya. Lain cerita untuk anak yang usianya sudah di atas 10 tahun, saat memasuki masa remaja.

Capek Mental Hadapi Orang Plin-Plan? Ini Cara Hemat Tenaga Tanpa Banyak Drama

Anak berusia 10 tahun ke atas sudah cenderung ingin merasa bebas dan tak jarang orang tua merasa sulit untuk memberi nasihat kepada mereka, setelah beranjak remaja. Untuk memperbaiki akhlak anak remaja tak cukup dengan memberi nasihat. Lalu bagaimana jika ingin memperbaiki akhlak mereka?

Menurut Meyrani Dewi Utari, pegiat parenting, beberapa hal berikut perlu untuk orang tua pertimbangkan:

Bak Kisah Negeri Dongeng: Di Usia 22, Dinh Bac Hadiahkan Mobil untuk Ayah dan Rumah untuk Ibu

1. Kesadaran orang tua tentang tanggung jawab pendidikan anak

Mendidik anak berdasarkan syariat islam

Photo :
  • freepik.com

Kampanye Politik dalam Perspektif Islam: Antara Larangan Meminta Jabatan dan Kemaslahatan Umat

Yang pertama tentang kesadaran orang tua mengenai tanggung jawab pendidikan terhadap anak-anaknya. Penting bagi orang tua untuk senantiasa memiliki kesadaran, bahwa tanggung jawab pendidikan anak berada di pundak kedua orang tuanya. Sehingga orang tua tidak mudah menyalahkan pihak lain ketika menemukan anak kurang berakhlak baik.

2. Bertaubat

Penting bagi orang tua untuk bertaubat kepada Allah (istigfar) atau memohon ampunan-Nya. Meminta maaf kepada Allah, anak berakhlak kurang baik sedikit banyak karena kelalaian kedua orang tuanya dalam hal mendidik anak-anaknya.

3. Berdoa kepada Allah

Berdoa

Photo :
  • https://www.freepik.com/

Selanjutnya berdoa memohon hidayah taufik kepada Allah ta'ala. Berdoalah memohon kemudahan dari-Nya. Mohon agar diberi kekuatan dalam membimbing dan mendidik anak kita.

4. Meminta maaf kepada anak dengan tulus

Terutama untuk anak di atas usia 10 tahun yang umumnya berkarakter ingin bebas dan tidak ingin diatur oleh kedua orang tuanya (punya argument). Meski demikian, yakinlah bahwa setiap anak dikaruniai firtah mencintai kedua orang tuanya, walau ia membantah.

Permintaan maaf yang tulus dari kedua orang tua atas kelalaian dalam mendidik anak, dapat melembutkan hati sang anak dan membuka komunikasi antara orang tua dan anak.

5. Memperbaiki hubungan dan komunikasi dengan anak

Kegiatan orang tua bersama anak

Photo :
  • freepik.com

Dengan empati dan orang tua berusaha menjadi sahabat anak atau bahkan bisa memperbanyak aktivitas bersama. Seperti bersepeda bersama-sama, makan bersama, mendukung minat anak, dan lain sebagainya. Dengan kegiatan bersama akan bisa meningkatkan hubungan orang tua dan anak.

Selain itu orang tua juga bisa mengenal gaya komunikasi anak, sehingga dapat menyampaikan nasihat yang lebih mudah diterima oleh anak.

Jangan berputus asa dalam memperbaiki akhlak anak, karena jika berputus asa seolah kita berputus asa pula dari Rahmat Allah ta'ala. Semoga kita sebagai orang tua dijauhkan dari rasa putus asa dan senantiasa diberi kemudahan oleh-Nya dalam hal mendidik dan membersamai anak-anak kita, aamiin.