Dinasti Safawi Persia: Dari Gerakan Tarekat Menuju Negara Mazhab dan Kekuasaan Regional

PK. Kenegaraan Islam
Sumber :
  • https://pict.sindonews.net/dyn/850/pena/news/2022/03/08/786/706441/dinasti-safawiyah-bermula-dari-gerakan-tarekat-menjadi-kerajaan-keu.jpg

Syah Abbas I dikenal sebagai pemimpin yang lebih pragmatis. Ia mengurangi dominasi kelompok Qizilbash dan memperkuat birokrasi negara serta lembaga peradilan. Bahkan, kebijakan keagamaannya relatif toleran. Kaum Sunni dan pemeluk agama lain diberikan ruang hidup yang cukup luas. Pendekatan ini menunjukkan upaya menyeimbangkan otoritas agama dan kepentingan stabilitas negara.

Jejak Ketatanegaraan dan Peradaban Islam di Mesir: Pelajaran Hukum dari Dinasti Fatimiyah dan Ayyubiyah

Sistem Pemerintahan dan Administrasi Negara Safawi

Dinasti Safawi membangun sistem pemerintahan yang cukup rapi untuk ukuran zamannya. Jabatan-jabatan negara diatur secara jelas, mulai dari wazir sebagai kepala administrasi, qadhi sebagai penegak hukum, hingga pejabat keuangan dan militer. Sistem ini memperlihatkan bahwa Safawi tidak hanya mengandalkan legitimasi keagamaan, tetapi juga tata kelola pemerintahan yang terstruktur.

Dinasti Mamluk di Mesir: Dari Budak Militer hingga Arsitek Kekuasaan Negara Islam

Pemindahan ibu kota ke Isfahan pada masa Syah Abbas I menjadi simbol kemajuan administrasi dan peradaban Safawi. Kota ini dibangun sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, dan kebudayaan. Masjid, madrasah, rumah sakit, dan ruang publik menjadi bagian dari strategi negara dalam membangun legitimasi melalui kesejahteraan masyarakat.

Faktor Kemunduran dan Runtuhnya Dinasti Safawi

Islamisasi dan Dinamika Kekuasaan Islam di Afrika Utara: Dinasti Idrisiyah dan Rustamiyah

Setelah wafatnya Syah Abbas I, Dinasti Safawi memasuki masa kemunduran yang ditandai dengan lemahnya kepemimpinan dan konflik internal. Raja-raja penerus cenderung tidak memiliki kapasitas politik yang kuat, sementara perebutan pengaruh di istana semakin tajam. Kondisi ini diperparah oleh konflik berkepanjangan dengan Turki Usmani serta pemberontakan internal, termasuk dari bangsa Afghan.

Ketegangan mazhab antara Syiah dan Sunni juga menjadi faktor destabilitas yang serius. Pada akhirnya, pada tahun 1736 M, Dinasti Safawi resmi berakhir setelah kekuasaan diambil alih oleh Nadir Khan. Keruntuhan ini menegaskan bahwa kekuatan ideologi tanpa kepemimpinan yang efektif dan tata kelola yang sehat tidak cukup untuk mempertahankan negara.

Catatan Penting

Dinasti Safawi merupakan contoh penting dalam sejarah ketatanegaraan Islam tentang bagaimana agama, kekuasaan, dan hukum saling berkelindan. Dari gerakan tarekat hingga menjadi kerajaan besar, Safawi meninggalkan warisan politik yang masih terasa hingga kini, terutama dalam pembentukan identitas negara Iran modern. Bagi pembaca media hukum, sejarah Safawi memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya legitimasi, toleransi, dan kualitas kepemimpinan dalam menjaga keberlangsungan negara.