5 Negara yang Direstui Iran Lewati Selat Hormuz, Adakah Indonesia?

Negara yang Direstui Iran Lewati Selat Hormuz
Sumber :
  • Gemini Ai

Olret – Para pejabat Iran telah mengumumkan bahwa mereka akan mengizinkan beberapa negara sahabat, termasuk India, Pakistan, Irak, Tiongkok, dan Rusia, untuk menggunakan Selat Hormuz.

Iran Klaim Serang Kapal Perang AS: Sejumlah Tentara Dilaporkan Tewas

"Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan: Kami mengizinkan kapal-kapal dari negara-negara sahabat, termasuk Rusia, Tiongkok, India, Irak, dan Pakistan, untuk melewati Selat Hormuz," demikian pernyataan Konsulat Jenderal Iran di Mumbai, India, dalam sebuah unggahan hari ini.

Ini adalah pertama kalinya Iran menerbitkan daftar spesifik negara-negara sahabat yang dapat menggunakan Selat Hormuz untuk perdagangan tanpa hambatan.

Iran Sebut AS dan Israel Serang Fasilitas Nuklir dan Sektor Industri

Misi Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan perwakilan militernya sebelumnya menyatakan bahwa kapal-kapal "non-musuh" dapat melewati Selat Hormuz, asalkan mereka tidak berpartisipasi atau mendukung tindakan melawan Iran dan sepenuhnya mematuhi peraturan keamanan yang ditetapkan oleh Teheran.

Minyak Rusia

Photo :
  • rt.com

Mengapa Selat Hormuz Mudah Ditutup Tetapi Sulit Dibuka?

Dewan Pertahanan Iran, badan yang bertanggung jawab untuk merencanakan kebijakan pertahanan nasional dan mengerahkan sumber daya, menegaskan bahwa keputusan untuk mengizinkan kapal-kapal "non-musuh" melewati selat tersebut saat ini bergantung pada koordinasi sebelumnya antara pasukan Iran dan pihak-pihak terkait.

Parlemen Iran juga sedang mempertimbangkan rancangan undang-undang untuk mengenakan biaya kepada kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz sebagai imbalan atas jaminan keamanan, yang diharapkan akan diselesaikan minggu depan.

Tindakan Iran diyakini bertujuan untuk mengendalikan jalur pelayaran energi global, sehingga menekan AS untuk mengakhiri konflik dan mendapatkan pengaruh dalam negosiasi perdamaian.

Kementerian Maritim India mengumumkan pada 25 Maret bahwa semua kapal dan awaknya di Teluk tetap aman. Dua kapal pengangkut gas alam cair (LNG) berbendera India, Pine Gas dan Jag Vasant, melewati Selat Hormuz dengan lancar "tanpa memerlukan izin" dan sedang dalam perjalanan pulang.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan bahwa kapal-kapal negaranya juga diizinkan untuk melewati Selat Hormuz setelah berdiskusi dengan para pemimpin Iran dan beberapa negara regional.

Selat Hormuz memainkan peran penting dalam keamanan energi global. Sekitar 20% pasokan minyak dunia terpengaruh oleh gangguan di sana, sementara lalu lintas pengiriman telah menurun hingga 95% dibandingkan dengan tingkat sebelum konflik.

Halaman Selanjutnya
img_title