Arsenal Mengalami Pukulan Telak Meskipun Berada di Puncak Klasemen Premier League
- thethao247.vn
Olret – Gelandang Mikel Merino secara resmi mengucapkan selamat tinggal pada sisa musim 2025/26 setelah mengalami cedera kaki yang jarang terjadi, yang membuat Arsenal mengalami krisis lini tengah yang parah.
Harapan Arsenal untuk mengejar gelar juara baru saja menerima pukulan besar karena gelandang kunci Mikel Merino dipastikan absen setidaknya selama empat bulan.
Bintang Spanyol itu telah absen sejak kekalahan 2-3 dari Manchester United pada akhir Januari dan baru-baru ini menjalani operasi untuk mengatasi secara pasti retak tulang akibat tekanan di kaki kanannya.
Ini adalah kerugian yang tak terukur bagi manajer Mikel Arteta, yang baru saja mengakui kesulitan tim dalam menemukan pengganti di hari-hari terakhir jendela transfer Januari.
Mengenai sifat cedera tersebut, ayah Merino menyampaikan kekhawatirannya: "Ini adalah fraktur stres dari dalam tubuh. Ini sangat jarang dan tidak ada preseden yang jelas untuk menentukan waktu pemulihan yang tepat." Ketidakpastian ini membuat staf pelatih Arsenal sangat berhati-hati.
Mikel Arteta tak bisa menyembunyikan kekecewaannya, menyatakan:
"Ini kejutan besar. Mikel membawa sesuatu yang unik ke tim, tetapi sayangnya dia akan absen selama empat bulan karena cedera langka ini." Pelatih asal Spanyol itu juga menekankan perlunya seluruh tim untuk mendukung dan memberikan dukungan emosional untuk membantu Merino mengatasi masa-masa sulit dalam kariernya ini.
Kekalahan ini terasa lebih pahit mengingat Arsenal mengakhiri jendela transfer musim dingin tanpa mendatangkan gelandang baru, meskipun telah melakukan kontak dengan Sandro Tonali dan Leon Goretzka.
Kini, semua harapan Merino bergantung pada pemulihannya sebelum 11 Juni agar bugar untuk bergabung dengan tim nasional Spanyol di Piala Dunia. Ia diharapkan memulai program rehabilitasinya segera setelah operasi, dengan target kembali berlatih ringan pada akhir April.
Foto-foto Merino di tribun Stadion Emirates saat Arsenal menang 3-0 melawan Sunderland baru-baru ini menunjukkan bahwa ia tetap mendukung rekan-rekan setimnya, meskipun kakinya tidak lagi memungkinkannya untuk bertarung secara langsung.
Gestur ini bukan hanya kata-kata penyemangat bagi rekan setimnya yang kurang beruntung, tetapi juga pengingat akan pengaruh besar yang dimiliki mantan bintang Real Sociedad itu di London. Arsenal harus belajar untuk bergerak maju tanpa "otak" lini tengah mereka, sementara Merino memulai perlombaan sengit melawan waktu untuk melindungi mimpi Piala Dunia mereka yang semakin goyah.