Apakah Empat Kemenangan Beruntun Cukup Bawa MU Kembali ke Jalur Juara?
- Reuters
Olret – Setelah mengalahkan Tottenham 2-0 di Old Trafford pada putaran ke-25, MU mengukuhkan posisi keempat mereka dengan 44 poin, sekaligus menimbulkan pertanyaan besar: Apakah Setan Merah masih memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan gelar juara?
Secara teori, pintu belum tertutup bagi Manchester United. Jika mereka melanjutkan tren kemenangan mereka saat ini, MU tentu dapat memperkecil jarak dengan tim-tim di atas mereka, termasuk Man City, Aston Villa, dan Arsenal.
Tetapi untuk mengubah "kemungkinan" menjadi "kenyataan," MU membutuhkan lebih dari sekadar lonjakan kesuksesan jangka pendek. Setan Merah harus menunjukkan kemampuan mereka untuk tangguh dalam jangka panjang, di mana satu kesalahan kecil dapat menghancurkan segalanya.
Keunggulan paling jelas adalah keuntungan fisik. MU hanya memiliki sisa pertandingan di Liga Primer, sehingga mereka memiliki jadwal yang lebih ringan, waktu pemulihan yang lebih lama, dan lebih banyak kesempatan untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh untuk setiap pertandingan.
Di Liga Primer, di mana kecepatan satu pertandingan setiap tiga hari dapat melelahkan tim mana pun, mengurangi beban kerja terkadang dapat menciptakan keuntungan nyata.
Dari sudut pandang teknis, Carrick telah membantu Manchester United bermain lebih efektif di area-area kunci. Tim melakukan transisi dengan cepat, serangan balik berjalan lancar, dan yang terpenting, mereka tahu cara menyelesaikan peluang, sesuatu yang menjadi masalah besar di periode sebelumnya.
Man United
- 24h.com.vn
Pola serangan mereka juga lebih jelas; mereka lebih banyak menggunakan umpan pendek, pergerakan mereka lebih sinkron, dan jarak antar lini dijaga dengan lebih tepat. Seiring setiap mata rantai mulai saling memahami, Manchester United terlihat seperti tim yang terstruktur, bukan hanya tim yang mengandalkan momen-momen individual.
Tentu saja, MU masih belum sempurna. Sistem pertahanan terkadang rapuh, terutama dalam situasi di mana mereka kehilangan penguasaan bola saat menyerang, seperti dalam pertandingan melawan Fulham, misalnya. Namun secara keseluruhan, dibandingkan dengan periode sebelum Carrick, tingkat kontrol dan disiplin telah meningkat secara signifikan.
Oleh karena itu, pertanyaan terbesar bukanlah apakah MU dapat terus menang, tetapi berapa lama mereka dapat mempertahankan momentum ini. Perebutan gelar juara tidak hanya membutuhkan rentetan kemenangan, tetapi juga kemampuan untuk secara konsisten meraih poin bahkan ketika bermain buruk.