Ruben Amorim Telah Diblokir Dari Empat Kesepakatan Transfer oleh Dewan Direksi Manchester United
- thethao247.vn
Olret – Perpisahan Manchester United dengan Ruben Amorim pada 5 Januari tidak hanya menandai berakhirnya masa kepemimpinan singkatnya di Old Trafford, tetapi juga memicu kontroversi seputar strategi personel dan visinya untuk pengembangan tim.
Baru-baru ini, media Inggris mengungkapkan bahwa Amorim dicegah oleh Man United untuk merekrut empat pemain kunci, nama-nama yang dapat membantunya membangun skuad yang lebih stabil untuk Setan Merah.
Ruben Amorim ditunjuk dengan harapan membawa perspektif baru, berdasarkan kesuksesannya yang gemilang bersama Sporting CP. Namun, setelah 14 bulan menjabat, manajer berusia 40 tahun itu dipecat di tengah finis di posisi keenam Liga Premier musim ini, setelah 20 putaran, dan juga menimbulkan banyak pertanyaan tentang konsistensi dalam urusan transfer.
Menurut Daily Mail, Amorim frustrasi dengan penolakan berulang Manchester United terhadap target transfer yang sebelumnya dikaitkan erat dengannya di Sporting CP. Empat nama yang disebutkan adalah Geovany Quenda, Ousmane Diomande, Salvador Blopa, dan Morten Hjulmand. Mereka semua adalah pemain yang cocok dengan formasi 3-4-2-1 andalan Amorim.
Geovany Quenda, pemain sayap Portugal berusia 18 tahun, dianggap sebagai talenta muda yang menjanjikan. Meskipun ada negosiasi dengan Manchester United, Quenda akhirnya setuju untuk bergabung dengan Chelsea pada musim panas 2026.
Sementara itu, bek tengah Ousmane Diomande dipandang sebagai tambahan potensial untuk memperkuat pertahanan Setan Merah dengan stamina dan kecepatan yang lebih tinggi, tetapi kesepakatan itu tidak pernah disetujui.
Salvador Blopa, bek sayap berusia 18 tahun, juga merupakan bagian dari rencana jangka panjang Amorim untuk meningkatkan kedalaman di sisi sayap. Terutama, Morten Hjulmand, kapten Sporting, dianggap sangat cocok untuk peran gelandang bertahan, posisi yang selama beberapa musim sulit diisi oleh Manchester United. Namun, manajemen klub dilaporkan memprioritaskan area lain untuk jendela transfer musim panas 2026.
Faktanya, selama masa kepemimpinan Amorim, Man United masih merekrut sejumlah pemain seperti Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha. Namun, kurangnya pemain yang memahami filosofi taktik pelatih asal Portugal itu membuat proses membangun gaya bermain menjadi lambat dan tidak konsisten.