Sesko: Sang Penghancur Kutukan 1000 Hari Manchester United

Benjamin Sesko
Sumber :
  • thethao247.vn

Olret – Manchester United membutuhkan waktu 1.010 hari untuk kembali finis di posisi ketiga dalam satu putaran Liga Premier. Kemenangan 2-1 melawan Crystal Palace pada 1 Maret tidak hanya mengamankan tiga poin penting, tetapi juga menandai tonggak sejarah simbolis bagi klub Old Trafford.

The Chosen One: Manchester United Akhiri Teka-Teki Manajer

Tiga poin melawan Crystal Palace memberi Manchester United 51 poin setelah 28 putaran, sama dengan Aston Villa tetapi unggul dalam selisih gol (+12 dibandingkan +8). Lebih penting lagi, ini adalah pertama kalinya sejak 26 Mei 2023, Setan Merah finis di posisi ketiga dalam satu putaran.

Terakhir kali mereka mencapai prestasi ini adalah pada pertandingan pekan ke-37 musim 2022/23, ketika mereka mengalahkan Chelsea 4-1 di bawah asuhan Erik ten Hag.

Lamine Yamal: Saya Tidak Bahagia Bermain Sepak Bola

Kemenangan itu mengamankan tempat mereka di Liga Champions dan memungkinkan MU untuk finis di posisi ketiga pada akhir musim. Itu juga tahun di mana mereka memenangkan Piala Carabao, menandai kembalinya kekuatan yang pernah mendominasi sepak bola Inggris.

Dari 26 Mei 2023 hingga 1 Maret 2026, tepat 1.010 hari telah berlalu. Periode yang cukup panjang untuk menyaksikan perubahan, pasang surut, dan bahkan keraguan tentang masa depan klub.

Kembali ke posisi 3 besar bukan berarti semua masalah telah terselesaikan. MU masih memiliki momen-momen kurang konsentrasi dan masih sangat bergantung pada momen-momen brilian Bruno Fernandes. Namun, aspek positifnya adalah mereka telah menunjukkan kemampuan untuk membalikkan keadaan dan mempertahankan tekanan saat bermain dengan keunggulan jumlah pemain.

Dalam konteks persaingan ketat untuk posisi 4 besar (atau bahkan 5 besar), terobosan ini membawa moral yang signifikan. Ini mengirimkan pesan bahwa MU belum menyerah pada ambisinya untuk bersaing memperebutkan posisi teratas dan mengamankan tempat di Liga Champions musim depan.

Dari Lapangan ke Ruang Ganti: Michael Carrick Siap Mengukir Warisan Baru di MU

Mengenai jalannya pertandingan, MU memulai dengan cara yang tidak diinginkan siapa pun. Pada menit ke-4, bek tengah Maxence Lacroix melompat tinggi untuk menyundul bola ke gawang, membuat MU berada dalam posisi tertinggal sejak awal. Kurangnya konsentrasi di lini pertahanan sekali lagi merugikan "Setan Merah", dan tekanan langsung meningkat pada para pemain.

Namun, titik balik terjadi pada menit ke-56. Sekali lagi Lacroix, tetapi kali ini bek Crystal Palace itu melakukan pelanggaran terhadap Matheus Cunha di area penalti dan menerima kartu merah. Dari titik penalti, Bruno Fernandes dengan tenang menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut tidak hanya menyamakan skor tetapi juga meredakan tekanan pada seluruh tim.

Halaman Selanjutnya
img_title