Siapa yang Menularkan? Fakta Medis di Balik Pasutri yang Terkena Gonore

Kebosanan Seksual
Sumber :
  • freepik.com/jcomp

Olret – Suami tersebut mengklaim istrinya berselingkuh karena ia hanya menggunakan kondom saat berhubungan intim dengannya.

Janji Palsu Iklan Pembesar Penis Online: Mengapa Banyak Pria Menyesal?

Dilansir dari media vietnam 24h.com.vn, Dr. Dao Huu Ghi, Kepala Departemen Pengobatan Penyakit Kulit Pria di Rumah Sakit Dermatologi Pusat, baru-baru ini menceritakan kasus pasangan di Hanoi yang datang untuk pemeriksaan karena keputihan. Suami tersebut dengan marah mengklaim infeksi tersebut berasal dari istrinya.

Ia menegaskan bahwa istrinya berselingkuh karena ia hanya menggunakan kondom saat berhubungan intim dengannya.

5 Gejala Gonore pada Pria: Ciri-ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Dalam situasi ini, dokter harus memisahkan pasangan tersebut untuk pemeriksaan pribadi sesuai peraturan. Hal ini memungkinkan dokter untuk menentukan penyebabnya dan menjaga kebahagiaan keluarga pasien.

Suami tersebut menceritakan bahwa baru-baru ini, saat perjalanan bisnis, ia melakukan hubungan seksual dengan orang asing, tetapi ia menggunakan kondom dengan hati-hati untuk menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan. Namun, ia tetap mengizinkan wanita tersebut melakukan seks oral padanya.

Waspada Seks Tidak Aman: Membedah Jalur Utama Penularan Gonore

Menurut dokter, banyak orang keliru percaya bahwa menggunakan kondom itu aman, tetapi kenyataannya tidak demikian. Seks oral tanpa kondom tetap membawa risiko penyakit menular seksual, termasuk gonore.

Hingga 70% infeksi berasal dari seks oral, dan sekitar 50% pasien dengan PMS melakukan pengobatan sendiri hingga pengobatan tersebut tidak efektif sebelum mencari pertolongan medis. Pada kasus gonore, keluarnya cairan dan uretritis sangat mengganggu bagi pasien.

Dalam kasus pasangan tersebut, dokter menyarankan pengobatan sesuai protokol yang telah ditentukan, dan rawat inap tidak diperlukan.

Menurut dokter, gonore adalah jenis bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih dan ditularkan melalui kontak seksual. Bakteri ini berbentuk bulat, selalu berpasangan seperti biji kopi, gram-negatif, dan ditemukan di dalam dan di luar sel darah putih.

Setelah infeksi, masa inkubasi bervariasi tergantung pada virulensi dan konsentrasi bakteri. Bisa 2 hari, 5 hari, 1 minggu, atau bahkan 2 minggu.

Gejala khasnya adalah rasa terbakar, perih, dan gatal di sepanjang saluran kemih. Sensasi ini semakin intens saat buang air kecil. Buang air kecil yang menyakitkan dan terasa terbakar menyebabkan pasien merasa tertekan dan takut setiap kali buang air kecil.

Halaman Selanjutnya
img_title