Mengapa Gen Z Lebih Memilih Kerja Freelance? Ini Sebabnya
- freepik.com
Hari ini bisa pegang klien brand fashion, besok bantu startup teknologi, minggu depan pegang UMKM lokal. Variasi ini bikin pengalaman kerja lebih kaya dan skill makin tajam.
Selain itu, mereka juga lebih cepat belajar soal personal branding, negosiasi harga, dan manajemen keuangan. Skill-skill ini jarang didapat kalau hanya jadi karyawan tetap.
5. Potensi Penghasilan yang Lebih Dinamis
Banyak yang mengira freelance itu tidak stabil. Memang benar, penghasilan bisa naik turun. Tapi di sisi lain, tidak ada batasan gaji tetap.
Kalau skill meningkat dan jaringan makin luas, rate juga bisa naik. Bahkan beberapa freelancer bisa menghasilkan lebih tinggi dibanding gaji entry-level kantoran.
Tentu, ini butuh disiplin, konsistensi, dan kemampuan mengelola keuangan. Tapi bagi Gen Z yang berani ambil risiko, peluang ini terasa lebih menarik.
6. Ingin Kerja yang Punya Makna
Gen Z dikenal sebagai generasi yang mencari purpose. Mereka ingin pekerjaan yang selaras dengan nilai dan minat pribadi. Freelance memberi kebebasan memilih klien dan proyek yang sesuai prinsip mereka.
Tidak nyaman dengan brand tertentu? Bisa ditolak. Tidak cocok dengan gaya kerja klien? Bisa cari yang lain. Kebebasan memilih ini membuat mereka merasa lebih berdaya.
Memilih freelance bukan berarti anti kerja kantoran. Banyak juga Gen Z yang tetap memilih jalur korporat. Tapi satu hal yang jelas, generasi ini tidak lagi melihat karier sebagai satu jalur lurus yang harus diikuti.
Bagi mereka, kerja adalah tentang fleksibilitas, makna, dan kendali atas hidup sendiri. Dan freelance, untuk saat ini, menjawab kebutuhan itu.