Mitos "Gaji Cukup": Mengapa Pintar Mengatur Uang Saja Tidak Selalu Cukup
- Unsplash/Nubelson Fernandez
Olret – Pernahkah Anda mendengar kalimat, "Gaji berapapun pasti cukup, asal pintar mengaturnya"?
Bagi banyak orang, nasihat ini terdengar bijak, namun dalam podcast SUARA BERKELAS, pandangan ini justru disebut sebagai "advice terburuk tentang keuangan".
Realitas di Balik Angka
Seringkali, masalah keuangan bukan karena kita kurang disiplin atau boros dalam belanja. Kenyataannya, kondisi setiap orang berbeda. Ada faktor beban tanggung jawab yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain.
"Gaji bisa cukup kalau memang sesuai dengan tanggungannya. Tapi kan banyak orang yang gajinya UMR nanggungnya banyak banget; adiknya dia kuliahin, orang tuanya dia biayain. Ya memang enggak cukup!"
Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri
Banyak dari kita yang merasa tertekan secara mental karena merasa gagal dalam menyusun strategi finansial. Kita sering bergumam, "Duh, kayaknya aku deh yang salah dalam financial planning".
Namun, video ini mengingatkan bahwa rasa bersalah tersebut tidak selalu beralasan. Jika pengeluaran dasar untuk kebutuhan hidup dan keluarga sudah melebihi angka di slip gaji, maka masalahnya bukan pada cara mengatur, melainkan pada besaran angkanya.
Langkah Pertama yang Realistis
Alih-alih terus memaksakan diri memotong pengeluaran yang sudah sangat minim, fokuslah pada akar masalahnya. Strategi finansial yang paling mendasar bukanlah tentang penghematan yang menyiksa, melainkan tentang keseimbangan neraca.
"Step pertamanya selalu memastikan penghasilan kamu memang lebih besar dari pengeluaran kamu," tegas pembicara dalam video tersebut. Artinya, jika mengatur uang tidak lagi memberikan solusi, maka menaikkan pendapatan adalah satu-satunya jalan keluar yang logis.