Mitos "Gaji Cukup": Mengapa Pintar Mengatur Uang Saja Tidak Selalu Cukup

Gambaran orang yang menunda pekerjaan
Sumber :
  • Unsplash/Nubelson Fernandez

Olret – Pernahkah Anda mendengar kalimat, "Gaji berapapun pasti cukup, asal pintar mengaturnya"?

Angka-Angka Mengejutkan Mengenai Kerugian Finansial yang Diderita Manchester United Terkait Ruben Amorim

Bagi banyak orang, nasihat ini terdengar bijak, namun dalam podcast SUARA BERKELAS, pandangan ini justru disebut sebagai "advice terburuk tentang keuangan".

Realitas di Balik Angka

Jangan Asal Jepret! Panduan Lengkap Menggunakan Mode Potret dan Lanskap di HP

Seringkali, masalah keuangan bukan karena kita kurang disiplin atau boros dalam belanja. Kenyataannya, kondisi setiap orang berbeda. Ada faktor beban tanggung jawab yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain.

"Gaji bisa cukup kalau memang sesuai dengan tanggungannya. Tapi kan banyak orang yang gajinya UMR nanggungnya banyak banget; adiknya dia kuliahin, orang tuanya dia biayain. Ya memang enggak cukup!"

Dusan Vlahovic Out! Beban Juve, Berkah Barca?

Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri

Banyak dari kita yang merasa tertekan secara mental karena merasa gagal dalam menyusun strategi finansial. Kita sering bergumam, "Duh, kayaknya aku deh yang salah dalam financial planning".

Namun, video ini mengingatkan bahwa rasa bersalah tersebut tidak selalu beralasan. Jika pengeluaran dasar untuk kebutuhan hidup dan keluarga sudah melebihi angka di slip gaji, maka masalahnya bukan pada cara mengatur, melainkan pada besaran angkanya.

Langkah Pertama yang Realistis

Alih-alih terus memaksakan diri memotong pengeluaran yang sudah sangat minim, fokuslah pada akar masalahnya. Strategi finansial yang paling mendasar bukanlah tentang penghematan yang menyiksa, melainkan tentang keseimbangan neraca.

"Step pertamanya selalu memastikan penghasilan kamu memang lebih besar dari pengeluaran kamu," tegas pembicara dalam video tersebut. Artinya, jika mengatur uang tidak lagi memberikan solusi, maka menaikkan pendapatan adalah satu-satunya jalan keluar yang logis.