Darah pada Sperma? Jangan Panik, Ini 5 Fakta Medis yang Wajib Pria Pahami
- freepik.com
3. Kaitan Darah dalam Air Mani dengan Kanker Jauh Lebih Kecil daripada yang Umumnya Dipercaya
Kesalahan Onani Utama yang Dilakukan Pria
- freepik.com
Ketakutan terbesar saat melihat darah dalam air mani adalah kanker. Namun, kenyataannya adalah hematospermia sangat jarang menjadi tanda pertama atau satu-satunya dari keganasan.
Data medis menunjukkan bahwa kaitan ini cukup lemah dan tidak konsisten. Misalnya, sebuah studi besar terhadap 56.157 pria menunjukkan bahwa tingkat kanker prostat hanya 0,05% pada mereka yang hanya mengalami hematospermia, artinya tanpa tanda peringatan lain seperti hematuria.
Meskipun studi lain memberikan angka yang lebih tinggi, studi tersebut seringkali memiliki keterbatasan metodologis. Singkatnya, kemungkinan darah dalam air mani menjadi tanda kanker sangat rendah.
4. Penyebab yang paling mungkin adalah infeksi atau prosedur medis ringan.
Bahaya Onani
Dua penyebab hematospermia yang paling umum dan paling tidak mengkhawatirkan adalah infeksi dan prosedur medis. Pertama, gangguan infeksi dan inflamasi adalah penyebab utama, yang mencakup 40% kasus.
Kedua, penyebab lain yang sangat umum adalah biopsi prostat transrektal (biopsi yang dipandu TRUS). Ini adalah prosedur rutin untuk mendiagnosis kanker prostat. Data menunjukkan bahwa kejadian darah dalam air mani setelah prosedur ini bisa mencapai 84%, dan kondisi ini hampir selalu sembuh secara spontan setelah waktu yang singkat.
Ini sepenuhnya dapat dimengerti, karena prosedur ini melibatkan penggunaan jarum kecil untuk mendapatkan beberapa sampel jaringan dari kelenjar prostat, organ yang sangat kaya akan pembuluh darah.
5. Bukan hanya masalah prostat, tetapi banyak penyebab lainnya
Cara Onani yang Benar dan Sehat Bagi Pria
- Youtube
Meskipun prostat dan vesikula seminalis adalah tersangka utama, ada banyak kemungkinan penyebab lainnya. Memahami keragaman penyebab tersebut menggarisbawahi pentingnya menemui dokter jika kondisi tersebut berlanjut. Beberapa penyebab lainnya meliputi:
Penyakit sistemik: Terutama hipertensi berat yang tidak terkontrol (dalam banyak kasus, gejala menghilang setelah tekanan darah stabil), atau gangguan pembekuan darah.
Trauma: Trauma langsung pada skrotum atau perineum (area antara skrotum dan anus).
Lesi uretra: Lesi jinak seperti ruptur varises uretra, polip, atau papiloma dapat menyebabkan perdarahan.
Infeksi parasit: Meskipun jarang terjadi di banyak negara, penyakit seperti skistosomiasis juga dapat menjadi penyebabnya.