Kamu Sering Merasa Cemas Saat Lagi Bahagia? Ini Sebabnya
- freepik.com/jcomp
Pengaruh Pola Asuh dan Lingkungan
Sebagian dari kita tumbuh dengan kalimat seperti, “Jangan terlalu senang, nanti sedih,” atau “Hidup nggak ada yang sempurna.” Pesan-pesan ini membentuk keyakinan bahwa kebahagiaan selalu sementara dan rawan hilang. Tanpa sadar, kamu belajar menahan diri saat senang. Seolah-olah dengan tidak terlalu menikmati, rasa sakit nanti akan lebih ringan.
Padahal emosi tidak bekerja seperti sakelar yang bisa diatur separuh. Menahan bahagia tidak membuat kecewa jadi lebih kecil.
Kecemasan di tengah kebahagiaan bukan tanda kamu lemah. Itu tanda kamu pernah terluka dan sedang berusaha melindungi diri. Kuncinya bukan mengusir pikiran cemas, tapi menyadarinya. Saat rasa itu muncul, berhenti sejenak. Rasakan napas. Sadari bahwa saat ini kamu aman. Bahwa momen ini nyata dan layak dinikmati.
Hidup memang tidak bisa dijamin tanpa kehilangan. Tapi itu bukan alasan untuk mencuri kebahagiaan dari diri sendiri. Kalau hari ini kamu merasa senang sekaligus takut, itu artinya hatimu sedang belajar percaya lagi. Dan percaya memang butuh keberanian.