Kenapa Anak Kecil Picky Eater? Ini Penjelasan yang Perlu Orang Tua Tahu

anak makan pedas
Sumber :
  • https://www.parenting.co.id/

Olret – Banyak orang tua merasa cemas saat anak tiba-tiba menolak makan, hanya mau makanan tertentu, atau butuh perjuangan panjang setiap jam makan.

Isak Tangis di Balik Kamera: Ressa Ungkap Luka Lama dan Kekecewaan Terhadap Keluarga Denada

Fenomena ini sering disebut picky eater dan cukup umum terjadi pada anak usia balita hingga awal usia sekolah. Meski kerap bikin orang tua stres, kondisi ini sebenarnya bagian dari proses tumbuh kembang anak. Dengan memahami penyebabnya, orang tua bisa lebih tenang dan bijak dalam menyikapinya.

Perkembangan Rasa dan Indra Pengecap

Berawal dari Like, Berakhir Jadi Musuh: Sisi Gelap Media Sosial yang Merusak Hubungan

Indra pengecap anak masih berkembang. Rasa pahit atau tekstur tertentu bisa terasa jauh lebih kuat bagi anak dibanding orang dewasa. Itulah sebabnya sayuran sering jadi “musuh” utama. Anak membutuhkan waktu dan paparan berulang untuk mengenal dan menerima rasa baru. Menolak makanan bukan berarti anak tidak mau selamanya, melainkan masih beradaptasi.

Fase Ingin Mandiri dan Mengontrol

The Red Devils Bereaksi Secara Kolektif Menjelang Penunjukan Ole Solskjaer Sebagai Pengganti Amorim

Pada usia tertentu, anak mulai menyadari bahwa mereka punya kendali atas tubuhnya. Salah satu bentuknya adalah memilih makanan. Menolak makan bisa menjadi cara anak mengekspresikan kemandirian. Ini bukan sikap membangkang, melainkan bagian normal dari perkembangan emosional dan kepercayaan diri.

Pengaruh Pengalaman Makan Sebelumnya

Pengalaman kurang menyenangkan saat makan, seperti dipaksa, dimarahi, atau tersedak, bisa membuat anak trauma pada makanan tertentu. Anak akan mengaitkan waktu makan dengan perasaan tidak nyaman. Akibatnya, mereka menjadi lebih selektif dan waspada terhadap makanan baru.

Tekstur dan Tampilan Makanan

Anak kecil sering menilai makanan dari tekstur dan tampilannya, bukan dari nilai gizinya. Makanan yang terlalu keras, lembek, atau bercampur aduk bisa membuat anak enggan mencoba. Warna dan bentuk juga berpengaruh besar. Tak jarang anak lebih tertarik pada makanan yang tampilannya sederhana dan familiar.

Kebiasaan Ngemil dan Minum Manis Berlebihan

Pola makan yang kurang teratur, terlalu sering ngemil, atau konsumsi minuman manis bisa membuat anak cepat kenyang. Saat waktu makan utama tiba, anak sudah tidak lapar dan terlihat pilih-pilih. Hal ini sering disalahartikan sebagai picky eater, padahal lebih ke masalah jadwal makan.

Meniru Lingkungan Sekitar

Anak adalah peniru ulung. Jika melihat orang tua atau anggota keluarga lain pilih-pilih makanan, anak cenderung menirunya. Selain itu, suasana makan yang tegang juga memengaruhi minat makan anak. Lingkungan yang santai dan positif membantu anak lebih terbuka terhadap makanan.

Kondisi Fisik atau Emosional Anak

Saat sedang lelah, kurang tidur, tumbuh gigi, atau tidak enak badan, nafsu makan anak bisa menurun. Emosi anak yang belum stabil juga memengaruhi selera makan. Ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik seiring kondisi anak kembali nyaman.

Picky eater pada anak kecil umumnya bukan masalah serius, selama pertumbuhan dan perkembangannya tetap baik. Kunci utamanya adalah kesabaran, konsistensi, dan menciptakan pengalaman makan yang menyenangkan. Dengan pendekatan yang tepat, anak perlahan akan belajar menerima berbagai jenis makanan tanpa tekanan.