Peran Ayah Dalam Perkembangan Kecerdasan Emosional Anak
- freepik.com
Dengan cara ini, anak belajar bahwa mereka mampu. Ketika anak gagal, sikap suportif ayah membantu mereka memahami bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya.
Dari sini, anak belajar resilience atau ketahanan emosional: kemampuan untuk bangkit setelah mengalami kekecewaan. Anak yang memiliki resilience tinggi biasanya lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan tidak mudah putus asa.
4. Komunikasi Terbuka dan Empati
Hubungan Ayah Dengan Purtinya
- freepik.com
Ayah yang mau mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi membantu anak mengembangkan empati. Ketika ayah menanggapi perasaan anak dengan kalimat seperti, “Ayah paham kamu kecewa, ya,” anak merasa dimengerti. Hal sederhana ini membentuk dasar kemampuan mereka untuk memahami.
Membangun kecerdasan emosional anak bukan hanya tugas ibu, tapi juga tanggung jawab ayah. Dengan hadir secara emosional, menjadi panutan dalam mengelola perasaan, dan memberikan dukungan penuh dalam setiap tahap tumbuh kembang, ayah berperan besar dalam membentuk anak yang kuat, berempati, dan bahagia.
Karena sejatinya, ayah bukan hanya pelindung keluarga, tapi juga guru kehidupan bagi anak-anaknya.