Misteri Selebrasi Arsenal: Apa yang Sebenarnya Dia Katakan?
- goal
Olret – Bek tengah Arsenal, Gabriel Magalhaes, menarik perhatian setelah kemenangan 4-1 atas Aston Villa, ketika ia meniru selebrasi "kantong" yang ditujukan kepada Amadou Onana, yang menyebabkan kehebohan di media sosial.
Magalhaes menjadi pusat perhatian setelah kemenangan Arsenal 4-1 atas Aston Villa, bukan hanya karena gol pembukanya tetapi juga karena selebrasi "tiruan" nakalnya yang ditujukan kepada lawannya, Amadou Onana.
Pertandingan di Stadion Emirates pada 30 Desember berakhir dengan kemenangan meyakinkan bagi Arsenal, membantu tim Mikel Arteta untuk sementara memperpanjang keunggulan mereka atas Manchester City menjadi 5 poin.
Gabriel, yang baru saja pulih dari cedera pangkal paha yang dialami selama kamp pelatihan tim nasional Brasil pada bulan November, menandai kembalinya yang sempurna dengan mencetak gol pembuka pada menit ke-48 setelah duel sengit dengan kiper Emiliano Martinez.
Namun, yang lebih menarik perhatian para penggemar adalah selebrasi Gabriel yang seolah-olah "mengumpulkan tiga poin" saat meninggalkan lapangan. Aksi ini dianggap sebagai "ejekan" terhadap Onana, gelandang Aston Villa yang sering melakukan gerakan "mengumpulkan tiga poin" setelah timnya menang melawan Manchester United atau Chelsea.
Sebuah video Gabriel melakukan gerakan yang sama di terowongan Stadion Emirates menjadi viral di media sosial, memicu tawa dan perdebatan di antara para penggemar.
Dalam wawancara pasca pertandingan, bek tengah asal Brasil itu menegaskan bahwa itu hanyalah lelucon, bukan bermaksud mengejek:
“Ya, itu hanya sedikit hiburan. Mereka melakukan itu ketika menang, dan sekarang giliran kami. Tidak ada permusuhan, saya menghormati Onana. Hanya saja kami mendapatkan tiga poin dan ingin menikmati momen tersebut.”
Manajer Mikel Arteta juga mengungkapkan kepuasannya atas kembalinya duet bek tengah andalannya, Gabriel dan William Saliba:
“Dia kembali lebih cepat dari yang diharapkan, bermain impresif melawan serangan kuat Villa dan bahkan mencetak gol. Gabriel menunjukkan kelas dan semangat juang yang luar biasa.”
Kemenangan ini tidak hanya mengakhiri rekor 11 kemenangan beruntun Aston Villa, tetapi juga menegaskan kekuatan tim London Utara dalam perebutan gelar Liga Premier.
Dengan performa yang mengesankan seperti itu, Arsenal memasuki tahun 2026 dengan penuh percaya diri, dan Gabriel, setelah lama absen karena cedera, sekali lagi membuktikan bahwa dia adalah "perisai baja" Arteta baik dalam hal pertahanan maupun semangat juang.