Bernabeu Membara: Madridista Serukan Pemecatan Xabi Alonso Usai Dipermalukan Barca!
- thethao247.vn
Olret – Kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol telah membuat pelatih Xabi Alonso menjadi sasaran kritik keras, dengan banyak penggemar Real Madrid secara terbuka menyerukan pemecatannya.
Kekalahan pahit melawan rival abadi Barcelona di final Piala Super Spanyol telah menempatkan pelatih Xabi Alonso di tengah badai kritik. Segera setelah peluit akhir dibunyikan, gelombang kemarahan dari penggemar Real Madrid meletus, dengan seruan untuk pemecatan pelatih asal Spanyol itu sering muncul di media sosial.
Pertandingan El Clásico di Jeddah (Arab Saudi) pada malam 11 Januari menyajikan 90 menit penuh drama. Namun, hasil imbang 3-2 untuk Barcelona membuat para penggemar "Los Blancos" tidak dapat menerima kekecewaan mereka, terutama mengingat Real Madrid terus-menerus kalah dari rival abadi mereka dalam pertandingan-pertandingan penting.
Dalam kemarahan yang meluap, Xabi Alonso menjadi sasaran kritik. Banyak penggemar berpendapat bahwa manajer kelahiran 1981 itu bertanggung jawab langsung atas kekalahan tersebut, karena telah melakukan serangkaian pergantian pemain yang tidak dapat dijelaskan di babak kedua.
“Saya tidak mengerti apa yang dipikirkan Alonso ketika dia melakukan pergantian pemain itu. Real bermain bagus dan kemudian dia mengacaukan semuanya,” komentar seorang penggemar yang marah.
“Ini bukan pertama kalinya. Keputusan Alonso di babak kedua musim ini tidak dapat diterima,” timpal penggemar lainnya.
Keputusan-keputusan yang tidak meyakinkan tidak hanya gagal meningkatkan permainan Real Madrid, tetapi juga menyebabkan tim kehilangan ritme, sehingga Barcelona dapat memanfaatkan sepenuhnya dan menentukan hasil pertandingan.
Di forum dan platform media sosial, gelombang kritik dengan cepat meningkat. Banyak penggemar bahkan sampai menyerukan tindakan tegas dari manajemen.
“Pecat Alonso segera. Real Madrid tidak dapat menerima pelatih yang tidak berpengalaman dalam pertandingan El Clásico,” komentar salah satu akun dengan marah.
“Reputasi seorang pemain tidak menjadikannya pelatih yang baik. Real membutuhkan seseorang dengan karakter yang lebih kuat,” bunyi komentar lainnya.
Sejak awal musim, Real Madrid tampil tidak konsisten, kurang stabil baik dalam gaya bermain maupun hasil. Meskipun mereka masih memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan gelar, kekalahan beruntun melawan rival besar seperti Barcelona sangat mengikis kepercayaan penggemar terhadap Xabi Alonso.