Kesalahan Besar Itu Merugikan Liverpool Dengan Sangat Mahal
- liverpool
Olret – Keputusan untuk berpisah dengan Luis Diaz dan menaruh kepercayaan pada Cody Gakpo jelas memiliki konsekuensi, meninggalkan Liverpool dengan celah signifikan di lini serang mereka.
Keputusan untuk menjual Luis Diaz dan terus mengandalkan Cody Gakpo menjadi salah satu titik balik paling kontroversial Liverpool di era baru di bawah manajer Arne Slot. Sementara pemain Kolombia itu berkembang pesat di Bayern Munich, tim Anfield terlihat mengalami penurunan performa, terutama di lini serang.
Musim panas lalu, Liverpool setuju untuk melepas Diaz demi menyeimbangkan keuangan dan memberi jalan bagi perekrutan besar Florian Wirtz. Dalam konteks itu, Gakpo dipandang sebagai pengganti yang logis untuk posisi sayap kiri. Manajemen dan staf pelatih percaya bahwa penyerang asal Belanda itu mampu menangani peran ini, terutama mengingat statistik impresifnya dari musim sebelumnya.
Namun, kenyataan di lapangan menceritakan kisah yang berbeda. Diaz merupakan penghubung yang sangat penting di tahap akhir musim 2024/25, ketika ia ditempatkan sebagai "false nine" dan menjadi inspirasi terbesar dalam serangan Liverpool.
Tekanannya yang tak kenal lelah, dribbling yang tak terduga, dan semangat juang yang tinggi memungkinkan Diaz untuk memberikan dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar gol atau assist.
Setelah bergabung dengan Bayern Munich, Diaz dengan cepat membuktikan kelasnya, secara konsisten bersinar di Bundesliga dan Liga Champions dengan 18 gol dan 14 assist. Ia langsung beradaptasi, menjadi kekuatan penyerang yang berbahaya di sayap, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap dominasi tim Bavaria tersebut. Penampilan ini justru memperdalam penyesalan yang dirasakan oleh para penggemar Liverpool.
Sebaliknya, Gakpo telah menunjukkan banyak keterbatasan, hanya mencetak 7 gol dan 4 assist dalam 32 pertandingan. Meskipun memiliki teknik dan kemampuan penyelesaian yang baik, striker ini sering bermain tidak konsisten, mudah ditebak, dan jarang menciptakan terobosan melawan pertahanan yang ketat.
Gaya bermainnya yang satu sisi, sangat bergantung pada kaki dominannya, mencegah Gakpo untuk membuat perbedaan yang dibutuhkan, terutama dalam pertandingan besar.
Dari tim yang dulunya diharapkan membangun dinasti baru, Liverpool kini menghadapi risiko tertinggal di liga utama. Dengan Diaz yang bersinar di Allianz Arena dan Anfield yang secara bertahap kehilangan daya serangnya, keputusan untuk menjual bintang Kolombia itu jelas merupakan perjudian yang gagal bagi The Reds.