Legenda Manchester United Geram Karena Gol Man City Dianulir
- thethao247.vn
Olret – Pertandingan antara Liverpool dan Manchester City di Anfield tidak hanya meninggalkan kesan mendalam dalam hal keterampilan teknis, tetapi juga memicu perdebatan sengit seputar teknologi VAR.
Saat Man City unggul 2-1 di detik-detik terakhir, Liverpool mengerahkan segala upaya untuk mencari gol peny equalizer. Manajer Jurgen Klopp bahkan mengirim kiper Alisson maju untuk ikut menyerang, menciptakan skenario langka di Anfield. Keputusan ini membuka peluang emas bagi tim tamu.
Dari dekat garis tengah lapangan, Rayan Cherki dengan tenang mengarahkan bola ke gawang yang kosong. Seketika, terjadi adu kecepatan yang menegangkan antara Erling Haaland dan Dominik Szoboszlai.
Awalnya, Haaland memiliki keunggulan yang jelas, dan banyak yang percaya striker Norwegia itu akan dengan mudah mencetak gol. Namun, Szoboszlai menarik baju Haaland dari belakang. Menolak menyerah, Haaland membalas tarikan tersebut, menyebabkan keduanya terjatuh, sehingga bola perlahan bergulir melewati garis gawang.
Anfield bergemuruh di momen dramatis itu, tetapi kegembiraan Man City hanya berlangsung singkat. VAR segera turun tangan, mengharuskan wasit Craig Pawson untuk meninjau situasi tersebut.
Setelah beberapa menit yang menegangkan, gol Cherki dianulir karena Haaland dianggap telah melakukan pelanggaran. Ironisnya, Szoboszlai menerima kartu merah langsung untuk pelanggaran awal, yang dianggap telah mencegah peluang mencetak gol yang jelas.
Keputusan ini langsung memicu reaksi keras. Di Sky Sports, Gary Neville tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Mantan kapten Manchester United itu berpendapat bahwa VAR telah ikut campur secara mekanis, menghilangkan emosi asli dari sepak bola.
Menurut Neville, tidak ada penggemar yang percaya bahwa situasi tersebut layak mendapatkan penalti, apalagi pembatalan gol dan pemberian kartu merah.
Bahkan Erling Haaland, yang diuntungkan dari kemenangan 2-1 Man City, mengaku merasa kasihan pada Szoboszlai. Striker Norwegia itu merasa bahwa gol yang dianulir dan kartu merah terlalu keras, meskipun ia mengerti bahwa wasit hanya mengikuti aturan.
Kontroversi VAR sekali lagi menjadi fokus Liga Premier. Ketika aturan diterapkan terlalu kaku, muncul pertanyaan apakah sepak bola kehilangan emosi mentah yang membuat permainan indah ini begitu menarik.