Transformasi Total! Barcelona Daratkan 3 Bek Tangguh Sebagai Solusi Pemain Bermasalah

Barcelona
Sumber :
  • espn

Bek Bournemouth, Marco Senesi, masuk dalam daftar pantauan Barcelona untuk periode hingga tahun 2026. Namun, menurut Sport, prioritas utama klub Spanyol itu tetaplah pasar Bundesliga.

Nico Schlotterbeck, yang melakukan debutnya untuk tim nasional Jerman di bawah asuhan Hansi Flick, mendapat pujian tinggi dari jajaran manajemen Blaugrana. Namun, transfer ini tidak akan murah jika diupayakan pada musim panas, karena laporan terbaru menunjukkan bahwa Borussia Dortmund telah menaikkan harga jual Schlotterbeck dari €50 juta menjadi sekitar €70 juta.

Pedri Mengatakan Sesuatu yang Mengejutkan Tentang Lionel Messi

Selain itu, Sport melaporkan bahwa pemain bintang Wolfsburg, Konstantinos Koulierakis, dan talenta muda Hamburger SV, Luka Vušković, juga termasuk dalam daftar incaran Deco. Namun, kedua nama ini kemungkinan besar tidak akan lebih murah daripada Schlotterbeck.

Koulierakis telah tampil sangat mengesankan saat bermain untuk Wolfsburg sejak bergabung dengan klub tahun lalu dan sering dikaitkan dengan klub-klub besar, terutama di Liga Primer Inggris.

Sementara itu, Vušković yang berusia 18 tahun saat ini hanya bermain untuk HSV sebagai pemain pinjaman. Bek tengah asal Kroasia ini terikat kontrak dengan Tottenham Hotspur, tetapi tidak ada jaminan ia akan diberi kesempatan bermain di tim utama Spurs.

Keluarga Vušković memiliki hubungan khusus dengan HSV, yang telah memicu mimpi-mimpi romantis bahwa tim Bundesliga yang baru promosi itu mungkin akan membeli talenta muda tersebut secara permanen dari Tottenham. Harapan ini semakin meningkat ketika Luka secara terbuka menyatakan keinginannya untuk bermain untuk HSV bersama saudaranya, Mario.

Titik Nol Sepak Bola Dunia: Jejak Klub-Klub Besar Memburu Takhta yang Ditinggalkan

Kakak laki-lakinya, Vušković, pernah dianggap sebagai bek tengah yang sangat menjanjikan bagi klub, seperti adik laki-lakinya, sebelum dinyatakan positif menggunakan eritropoietin (EPO) pada tahun 2022. Larangan awal selama dua tahun kemudian diperpanjang menjadi empat tahun, dan ia akan memenuhi syarat untuk bermain lagi pada November mendatang.

Vušković menjadi pesepakbola pertama yang dilarang bermain karena menggunakan EPO. Ia secara konsisten mempertahankan ketidakbersalahannya, sementara HSV tanpa syarat mendukungnya sepanjang proses hukum.

Barcelona Memberikan Putusan Terhadap Para Bintang Tim Utama

Banyaknya banding yang tidak berhasil dan larangan yang berkepanjangan memicu perdebatan tentang efektivitas peraturan anti-doping saat ini di Jerman dan Eropa pada umumnya.

Halaman Selanjutnya
img_title