KOJA Gelar Pelatihan Marshal di Kota Banjar, Upaya Tingkatkan Profesionalisme Event Olahraga

KOJA Gelar Pelatihan Marshal di Kota Banjar.
Sumber :
  • At

Kota Banjar, OlretKomunitas Otomotif Jawa Barat (KOJA) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih profesional. Melalui pelatihan marshal yang digelar di Sport Center Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (6/12/2025), KOJA mengangkat isu yang selama ini jarang mendapat perhatian: kualitas dan kesejahteraan para pekerja event olahraga non-atlet.

Jago Pasang Striping Motor Sendiri? Trik Jitu Biar Hasilnya Mulus dan Bikin Motor Makin Keren!

Berbeda dengan pelatihan pada umumnya, kegiatan ini bukan sekadar transfer ilmu teknis. KOJA mencoba mendorong perubahan paradigma bahwa marshal—baik play marshal maupun riding marshal—adalah profesi penting yang membutuhkan standar kompetensi, sertifikasi, dan penghargaan layak.

Marshal, Profesi yang Mulai Mendapat Pengakuan

Jaga Motor Tetap Kinclong, Ini 5 Tips Mencegah Karat di Musim Hujan!

Ketua KOJA, Deni Kusmayadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program Kemenpora dalam meningkatkan profesionalisme para penyelenggara event olahraga.

Selama ini, peran marshal kerap berada di balik layar, tetapi justru memegang kunci keselamatan dan kelancaran jalannya sebuah event.

Tips Beli Motor Bekas, Dijamin Nggak Akan Ketipu!

''Para marshal jarang mendapatkan wadah pelatihan profesional. Padahal mereka memikul tanggung jawab besar di lapangan, namun belum terakomodasi dengan baik dari segi penghargaan maupun honorarium,” ujar Deni.

Ia menegaskan, fokus pembinaan olahraga biasanya hanya mengarah pada atlet, sementara pekerja non-atlet seperti marshal justru minim eksposur.

Melalui pelatihan ini, KOJA berharap lahirnya sistem pembinaan yang lebih terstruktur serta adanya sertifikasi resmi bagi para marshal.

Mendorong Event Olahraga Menjadi Industri

Kepala Disporapar Kota Banjar, H. Kaswad, menilai pelatihan marshal ini menjadi momentum meningkatkan kualitas penyelenggaraan event di Kota Banjar.

Ia melihat peluang besar bahwa industri event olahraga bisa berkembang apabila sumber daya manusianya diperkuat.

''Pelatihan seperti ini dapat membuat event lebih tertata dan profesional. Ke depan, kami ingin penyelenggaraan olahraga berkembang menjadi industri yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Kaswad.

Namun, ia juga menyoroti tantangan utama di Kota Banjar, yakni kurangnya sarana promosi untuk menarik peserta maupun wisatawan. Karena itu, ia berharap peserta pelatihan mampu memanfaatkan kreativitas digital untuk memasarkan event-event lokal.

Peran Media Jadi Penopang Penting

Dalam sesi lain, praktisi media Atay Rustandar menekankan pentingnya media sosial dalam menunjang kesuksesan sebuah event, terutama di era digital.

Menurutnya, pekerja event dapat memanfaatkan platform digital tidak hanya sebagai alat promosi, tetapi juga sumber penghasilan.

''Media sosial kini sangat efektif menjangkau masyarakat luas. Jika dimanfaatkan secara kreatif, ini dapat menjadi nilai tambah bagi pekerja event,” jelas Atay.

Ia menambahkan bahwa promosi event olahraga sekaligus dapat menjadi sarana mengenalkan potensi daerah. Kota Banjar sendiri dikenal memiliki budaya otomotif yang kuat, dan publikasi yang baik dapat semakin memperkuat citra tersebut.

“Dengan publikasi yang tepat, event-event di Kota Banjar bisa lebih menarik dan meningkatkan kunjungan,” ujarnya. *AT