Demi Takhta ASEAN: Indonesia Pulangkan 8 Pemain Asing untuk Gulingkan Vietnam!

Timnas Indonesia U-17
Sumber :
  • pssi

Olret – Gelombang pemain naturalisasi yang saat ini bermain di Eropa dan kembali bermain untuk klub domestik dipandang sebagai langkah terencana Indonesia untuk mengoptimalkan skuadnya demi meraih gelar Piala AFF di pertengahan tahun.

Dalam beberapa hari terakhir, media Indonesia memberikan perhatian khusus pada kasus Mauro Zijlstra – seorang striker yang saat ini bermain untuk FC Volendam. Pemain kelahiran Belanda ini dilaporkan hampir menyelesaikan kontrak 2,5 tahun dengan Persija Jakarta, hanya menunggu selesainya pemeriksaan medis.

Perang Terbuka di Bursa Transfer! MU dan Arsenal Saling Sikut Demi Bintang £86 Juta

Jika kesepakatan ini terwujud, Zijlstra akan menjadi pemain kedelapan yang bergabung dengan kelompok pemain "pulang kampung" di musim Liga Super BRI 2025/26. Sebelumnya, sejumlah pemain naturalisasi lainnya telah kembali, tersebar di klub-klub besar seperti Jordi Amat, Shayne Pattynama (Persija), Thom Haye, Eliano Reijnders, Dion Markx (Persib Bandung), Jens Raven (Bali United) dan Rafael Struick (Dewa United).

Dari perspektif klub, meninggalkan lingkungan Eropa merupakan sumber penyesalan bagi banyak pihak. Namun, bagi tim nasional Indonesia, ini adalah batu loncatan yang krusial. Alasannya adalah Piala AFF 2026 tidak ada dalam kalender FIFA, yang berarti klub-klub Eropa memiliki hak untuk mempertahankan pemain mereka, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan untuk menurunkan skuad terkuat mereka.

Sebaliknya, bermain di dalam negeri membuat seleksi jauh lebih mudah. ​​Oleh karena itu, pelatih John Herdman dapat secara proaktif membangun tim yang optimal, menjaga kekompakan, dan mempersiapkan diri untuk jangka panjang – faktor-faktor yang kurang dimiliki Indonesia di turnamen sebelumnya.

Tangis dan Amarah: Begini Reaksi Brutal Suporter Tiongkok Usai Dinh Bac Permalukan Li Hao!

Dengan "skuad tambahan" ini, Indonesia dianggap memiliki peluang terbesar untuk memenangkan Piala AFF untuk pertama kalinya, setelah banyak upaya yang hampir berhasil namun akhirnya gagal. Fakta bahwa mereka telah finis di posisi kedua sebanyak enam kali tetap menjadi kenangan pahit, dan mereka ingin menjadikan tahun 2026 sebagai titik balik.

Menurut jadwal sementara (24 Juli – 26 Agustus 2026), Indonesia berada di Grup A bersama juara bertahan Vietnam, Singapura, Kamboja, dan pemenang pertandingan play-off antara Brunei atau Timor Leste.

Yang perlu diperhatikan, Indonesia akan memiliki keuntungan bermain di kandang sendiri dalam pertandingan melawan Kamboja dan Vietnam, dengan pertandingan melawan Vietnam dianggap krusial untuk mengamankan tempat di babak selanjutnya di Grup A. Kedua tim tersebut juga merupakan kandidat kuat untuk kejuaraan tahun ini.

Bukan Sekadar Taktik, Inilah Faktor Khusus Vietnam yang Wajib Diwaspadai Harimau Malaya