Sosok Qorry Oktaviani, Wanita Inspiratif dari Jambi yang Lestarikan Batik

Qorry Oktaviani
Sumber :
  • instagram

Setelah lama di lapangan dan berdasarkan pengamatan yang mendalam. Akhirnya dia pun menyadari bahwa potensi mangrove belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Guncang Asia Tenggara! Fans Bersatu Serukan Gol Spektakuler Dinh Bac Jadi yang Terbaik di Piala Asia U-23

Banyak warga yang menjadikannya tambak, perkebunan, atau hanya memanfaatkan kayunya sebagai bahan bangunan. Sebagai seorang yang memahami betul manfaat ekologis mangrove, Qorry bertekad untuk melakukan pendampingan dan mendalami cara pengelolaan mangrove yang lebih lestari.

Mendorong Masyarakan Untuk Memanfaatkan Sumber Daya Alam

Antara Narasi "Surga" dan Penegakan Hukum Agama: Riuh Debat Netizen di Postingan Ustaz Hilman Fauzi

Qorry pun memulai langkah pertamanya dengan cara mengajak dan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Dengan dukungan masyarakat, mereka pun akhirnya memulai mengolah hasil laut seperti udang menjadi kerupuk.

Hal ini pun membawa ekonomi masyarakat sekitar semakin baik. Keberhasilan itu memacu Qorry untuk mencari inovasi lain. Ia terinspirasi oleh potensi mangrove yang tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga estetika, terutama sebagai pewarna alami.

Lahirnya ide batik mangrove tidak langsung terjadi. Namun, seiring berjalannya waktu, Qorry melihat bahwa kulit kayu bakau dan buah pidada bisa menghasilkan warna alami yang menarik.

Fakta Pahit di Balik Iklan Pembesar Penis: Antara Obsesi dan Risiko Kesehatan

Inilah yang kemudian menjadi dasar terbentuknya kelompok batik Pangkal Babu, sebuah inisiatif yang dimulai pada 2020 dengan melibatkan ibu-ibu setempat. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep "Konservasi Mangrove dalam Selembar Batik."

Hal ini pula yang membawa namanya semakin melambung. Jadi kamu tertarik untuk menjadi Qorry Oktaviani lainnya?