Kenapa Makin Dewasa Makin Sedikit Teman? Ternyata Ini Alasannya
- freepik.com
Olret – Dulu rasanya gampang banget punya teman. Satu kelas bisa jadi satu geng. Nongkrong hampir tiap hari. Chat rame sampai tengah malam.
Sekarang? Kontak di ponsel mungkin ratusan, tapi yang benar-benar dekat cuma segelintir. Bahkan untuk sekadar ketemu pun harus cek kalender dulu.
Lalu muncul pertanyaan pelan-pelan, kenapa makin dewasa makin sedikit teman?
Jawabannya bukan karena kamu jadi nggak asyik. Tapi karena hidup memang berubah.
Prioritas Hidup Ikut Berubah
Memasuki usia 25–35 tahun, banyak orang mulai fokus pada karier, pernikahan, anak, atau stabilitas finansial. Waktu yang dulu bebas dipakai untuk nongkrong, sekarang terbagi untuk tanggung jawab.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik, usia produktif adalah fase paling aktif dalam pekerjaan dan pembentukan keluarga. Artinya, energi dan waktu tersedot ke hal-hal yang sifatnya jangka panjang.
Pertemanan bukan lagi soal kuantitas, tapi kecocokan nilai dan kedewasaan.
Energi Sosial Tidak Sebanyak Dulu
Semakin dewasa, kita makin sadar bahwa energi itu terbatas. Tidak semua undangan harus didatangi. Tidak semua drama harus diikuti. Tidak semua circle harus dipertahankan.
Psikolog perkembangan dari American Psychological Association menjelaskan bahwa seiring bertambahnya usia, seseorang cenderung memilih hubungan yang lebih bermakna dibanding hubungan yang sekadar ramai. Kita mulai menyaring, bukan karena sombong, tapi karena ingin stabil secara emosional.
Kita jadi lebih selektif. Dan selektif sering kali berarti jumlahnya berkurang.
Nilai dan Cara Pandang Mulai Berbeda
Saat masih sekolah atau kuliah, pertemanan sering terbentuk karena faktor kedekatan tempat. Satu kelas, satu organisasi, satu kos.
Namun ketika dewasa, perbedaan nilai hidup mulai terlihat. Ada yang fokus karier, ada yang ingin jadi ibu rumah tangga, ada yang memilih pindah kota, bahkan pindah negara.
Perbedaan ini bukan salah siapa-siapa. Tapi jarak visi dan ritme hidup bisa membuat hubungan perlahan merenggang.
Kesibukan Bukan Satu-Satunya Alasan
Banyak orang bilang, “Teman menjauh karena sibuk.” Padahal bukan hanya soal sibuk. Kadang yang berubah adalah kedalaman koneksi.
Seiring bertambahnya usia, kita lebih peka terhadap hubungan yang terasa satu arah. Lebih sadar mana yang tulus, mana yang hanya hadir saat butuh. Dan ketika sudah lelah secara mental, kita tidak lagi punya energi untuk mempertahankan relasi yang melelahkan.