Srikandi, Tempat Sampah AI oleh Nusabin, Raih Apresiasi Lintas Sektor

Tempat Sampah AI oleh Nusabin
Sumber :
  • olret

Jakarta, Olret – Transformasi pengelolaan sampah di Indonesia mulai menunjukkan arah baru. Jika selama ini persoalan sampah identik dengan pendekatan manual, kampanye perubahan perilaku, dan sistem yang belum terintegrasi, kini inovasi berbasis teknologi dan data mulai mendapat perhatian.

Rekomendasi Power Bank Magnetik Terbaik April 2026: Tipis, Cepat, dan Makin Cerdas untuk iPhone dan Android

Salah satu yang menonjol adalah tempat sampah AI Srikandi yang dikembangkan oleh Nusabin. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, tempat sampah AI Srikandi memperoleh apresiasi dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, komunitas teknik, hingga pelaku industri dan masyarakat umum.

Pengakuan tersebut tidak hanya hadir dalam forum formal, tetapi juga melalui interaksi langsung para pemangku kepentingan yang mencoba sistem ini dalam kondisi nyata.

TCL C7L Resmi Diperkenalkan: TV Mini-LED Mid-Range dengan Refresh Rate Hingga 288Hz dan Kecerahan Tinggi

Sistem yang Bekerja di Hulu

Srikandi AI

Photo :
  • olret

Huawei Pura 90 Pro Bakal Naik Level? Teknologi Kamera LOFIC Siap Tingkatkan Zoom di Segala Kondisi

Berbeda dari pendekatan konvensional yang mengandalkan pemilahan manual dan edukasi berulang, tempat sampah AI Srikandi dirancang untuk bekerja langsung di titik awal pembuangan.

Sistem ini mampu mengenali dan mengklasifikasikan sampah anorganik berdasarkan jenis material dan merek secara otomatis. Setelah dikenali, sampah dipilah sesuai kategorinya, sementara seluruh aktivitas tercatat dan dianalisis secara waktu nyata melalui dashboard terintegrasi.

Pendekatan ini menempatkan teknologi sebagai penggerak utama sistem, sementara peran pengguna disederhanakan. Bagi Nusabin, model tersebut dipandang mampu mendorong partisipasi yang lebih luas karena tidak membebani pengguna dengan proses teknis yang rumit.

Pengembangan Srikandi didasarkan pada prinsip kemudahan di sumber pembuangan. Sistem dirancang agar proses membuang sampah dapat dilakukan secara intuitif, sementara teknologi mengambil alih tahapan lanjutan. Pendekatan tersebut diarahkan untuk menjaga konsistensi pengelolaan tanpa ketergantungan pada pengawasan dan instruksi berulang.

Mendapat Perhatian Pemerintah dan Akademisi

Srikandi

Photo :
  • olret

Perjalanan publik Srikandi sepanjang 2025 memperlihatkan peningkatan pengakuan lintas sektor. Pada Agustus 2025, Nusabin berpartisipasi dalam Pondok Indah EcoLiving Festival (PIEL Fest) 2025 yang turut dihadiri Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar, S.Si., M.A.P. Kehadiran tersebut menjadi salah satu validasi awal bahwa solusi berbasis sistem mulai dipertimbangkan dalam konteks pengelolaan lingkungan perkotaan.

Pengembangan berikutnya ditampilkan dalam Bandung Sustainability Summit 2025 di Institut Teknologi Bandung. Forum tersebut dihadiri Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan, S.E., serta Rektor ITB saat itu, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T. Dalam forum ini, Srikandi dibahas sebagai bagian dari transformasi pengelolaan sampah yang mengedepankan integrasi teknologi, data, dan keberlanjutan.

Halaman Selanjutnya
img_title