Mengapa Suasana Ramadhan Terasa Tidak Seasyik Saat Masa Kecil?

Menunggu Buka Puasa
Sumber :
  • freepik

Bukan karena suasananya hilang, melainkan karena kita jarang memberi waktu untuk merasakannya kembali.

Menguak Luka Batin: Mengapa Trauma Masa Kecil dari Orang Tua Sulit Disembuhkan?

Rasa Rindu Itu Sebenarnya Rindu Kesederhanaan

Banyak orang mengira mereka merindukan Ramadhan masa lalu. Yang sebenarnya dirindukan adalah hidup yang lebih pelan, lebih ringan, dan lebih fokus pada kebersamaan. Dulu, kebahagiaan muncul dari hal-hal sederhana. Sekarang, tanpa sadar kita membuat hidup menjadi jauh lebih kompleks.

Jakarta Keras : Kisah Horor Pesugihan, Penglarisan, dan Jati Diri Seorang Pengamen

Menghidupkan Kembali Makna Ramadhan

Suasana yang hangat masih bisa diciptakan kembali dengan cara yang sederhana. Mengurangi distraksi saat berbuka, meluangkan waktu berjalan santai menjelang maghrib, atau memperbanyak kebersamaan tanpa sibuk dengan layar bisa menghadirkan kembali rasa yang dulu terasa alami.

Saat Stres Kerja Setara 15 Batang Rokok Sehari dan Cara Sembuh Tanpa Resign

Ramadhan tidak kehilangan keistimewaannya. Kita hanya perlu melambat sedikit, memberi ruang untuk menikmati, dan mengingat bahwa esensi bulan ini bukan soal seberapa sibuk kita menjalankannya, tetapi seberapa dalam kita merasakannya.

Ketika cara pandang berubah, suasana yang dulu terasa jauh bisa hadir kembali, mungkin tidak sama seperti masa kecil, tetapi dengan makna yang jauh lebih dalam.