Valentine Dirayakan sebagai Hari Kasih Sayang, Ini Sejarah di Baliknya
- Freepik.com
Olret – Setiap 14 Februari, dunia mendadak bernuansa merah muda. Cokelat, bunga, kartu ucapan, hingga makan malam romantis jadi agenda wajib. Valentine dikenal sebagai hari kasih sayang, tapi sebenarnya dari mana sih asal-usul perayaan ini?
Apakah sejak awal memang soal cinta romantis, atau ada cerita lain di baliknya? Sejarah Valentine ternyata lebih panjang dan menarik dari yang dibayangkan.
Berawal dari Tradisi Romawi Kuno
valentine
Jauh sebelum Valentine identik dengan pasangan dan kado manis, masyarakat Romawi kuno punya perayaan bernama Lupercalia. Festival ini digelar setiap pertengahan Februari dan bertujuan untuk merayakan kesuburan serta kesehatan.
Ritualnya cukup ekstrem menurut standar sekarang, mulai dari pengorbanan hewan hingga prosesi simbolis untuk membawa keberuntungan. Meski terdengar jauh dari romantis, perayaan ini menjadi cikal bakal momen Februari yang berkaitan dengan hubungan manusia dan kehidupan.
Legenda Santo Valentine
Mengemudi bersama pasangan
- Pexels/Vlada Karpovich
Nama “Valentine” diyakini berasal dari Santo Valentine, seorang pendeta Kristen pada abad ke-3 di Roma. Saat itu, Kaisar Claudius II melarang pernikahan bagi para prajurit karena dianggap melemahkan semangat perang.
Valentine menentang aturan tersebut dan diam-diam menikahkan pasangan muda yang saling mencintai. Aksinya akhirnya terbongkar dan ia dihukum mati pada 14 Februari. Dari sinilah, Valentine dikenang sebagai simbol perjuangan cinta dan kasih sayang.
Ada juga kisah lain yang menyebutkan bahwa sebelum dieksekusi, Valentine menulis surat untuk putri sipir penjara yang ia cintai, dan menandatanganinya dengan kalimat “from your Valentine”. Ungkapan ini kemudian populer dan terus digunakan hingga sekarang.
Dari Religi ke Romantis
Insecure dengan pasangan
- -
Awalnya, peringatan Hari Santo Valentine bersifat keagamaan. Namun seiring waktu, maknanya bergeser. Pada Abad Pertengahan, masyarakat Eropa mulai mengaitkan pertengahan Februari dengan musim kawin burung.
Penyair Inggris seperti Geoffrey Chaucer kemudian menulis puisi yang menghubungkan Hari Valentine dengan cinta romantis. Sejak saat itu, Valentine semakin lekat dengan perasaan kasih, perhatian, dan hubungan antarmanusia.
Valentine di Era Modern
Pasangan
- freepik
Masuk ke abad ke-18 dan 19, tradisi bertukar kartu Valentine mulai populer di Inggris dan Amerika. Revolusi industri membuat kartu ucapan bisa diproduksi massal, sehingga perayaan ini makin luas.
Lambat laun, cokelat, bunga, dan hadiah lain ikut menjadi simbol kasih sayang. Valentine pun berevolusi menjadi momen untuk mengekspresikan cinta, bukan hanya untuk pasangan, tapi juga keluarga dan sahabat.
Makna Valentine Saat Ini
Mendukung Karier Pasangan
- freepik
Di era sekarang, Valentine tidak selalu soal romantisme berlebihan. Banyak orang memaknainya sebagai hari untuk mengapresiasi hubungan yang penting dalam hidup.
Psikolog menyebutkan bahwa mengekspresikan rasa sayang, sekecil apa pun, dapat meningkatkan kebahagiaan dan memperkuat ikatan emosional. Jadi, esensi Valentine sebenarnya ada pada niat dan perhatian, bukan sekadar tradisi.
Valentine memang telah melewati perjalanan panjang dari ritual kuno, kisah pengorbanan, hingga simbol cinta modern. Dirayakan atau tidak, hari ini bisa jadi pengingat sederhana bahwa kasih sayang selalu layak diekspresikan, kapan pun dan dalam bentuk apa pun.