Jangan FOMO Beli Emas Kalau Finansial Kamu Masih Segini
- Beritasatu.com
6. Literasi finansial masih minim
Emas punya karakter sendiri, ada spread harga beli-jual, biaya cetak, penyimpanan, hingga pajak tertentu. Jika belum paham hal-hal dasar ini, kamu rentan kecewa. Banyak orang baru sadar emas bukan instrumen “cepat kaya” setelah terlanjur beli karena FOMO.
7. Mental masih reaktif terhadap tren
Kalau keputusan keuangan sering dipicu oleh tren media sosial, testimoni orang lain, atau rasa takut ketinggalan, itu tanda kamu perlu berhenti sejenak. Investasi seharusnya tenang, bukan penuh kecemasan. Emas yang dibeli dengan emosi sering kali tidak memberi rasa aman, justru menambah beban pikiran.
Emas memang aset yang baik, tapi hanya untuk mereka yang sudah siap secara finansial. Jika dana darurat belum aman, utang masih menumpuk, dan cash flow belum stabil, langkah terbaik adalah menunda. Fokuslah membangun fondasi keuangan yang kuat terlebih dahulu. Saat pondasinya kokoh, kamu bisa beli emas dengan tenang bukan karena FOMO, tanpa penyesalan dikemudian hari.