Mengubah Rp70 Juta Menjadi Rp2 Miliar: Kisah Nyata di Balik Investasi Kripto

Timothy Ronald
Sumber :
  • Youtube Timothy Ronald

2. Likuiditas

Ketika Rp300 Triliun Lenyap dalam 15 Menit: Sisi Gelap Kripto dan Jeritan Jiwa yang Bangkrut

Aset kripto memiliki likuiditas yang sangat tinggi. Anda bisa menjualnya kapan saja dalam hitungan detik. Sementara itu, menjual properti bisa memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dengan biaya dan proses yang rumit.

3. Efisiensi Modal

Lupakan Saham atau Kripto: Cara Terbijak Menghabiskan Rp100 Juta Pertama di Usia 20-an Adalah untuk Membeli Kenangan!

Investasi properti sering kali membutuhkan modal awal yang sangat besar, dengan biaya pemeliharaan dan pajak yang terus berjalan. Sebaliknya, investasi kripto bisa dimulai dengan modal kecil dan tidak memerlukan biaya fisik.

Tentu, properti tetap menawarkan stabilitas dan potensi pendapatan pasif. Namun, bagi mereka yang mencari pertumbuhan eksponensial dan likuiditas tinggi, kripto menawarkan peluang yang berbeda.

Mongol Stres: Bangkit Setelah Uang Rp 53 Miliar Raib, dari Menangis 4 Hari hingga Bebaskan Utang!

Kedua instrumen ini memiliki risiko dan keuntungan masing-masing. Pertanyaannya, mana yang lebih sesuai dengan tujuan finansial dan profil risiko Anda?