7 Kebiasaan yang Bikin GERD Kambuh Saat Puasa Ramadhan

Cara Menikmati Buka Puasa
Sumber :
  • freepik.com

OlretPuasa seharusnya memberi kesempatan bagi sistem pencernaan untuk “istirahat”. Namun bagi sebagian orang yang punya riwayat GERD atau asam lambung naik, Ramadhan justru bisa terasa menantang. Bukan karena puasanya yang salah, tetapi karena kebiasaan saat sahur dan berbuka yang kurang tepat.

Mengapa Suasana Ramadhan Terasa Tidak Seasyik Saat Masa Kecil?

Tanpa disadari, pola makan dan gaya hidup selama puasa sangat memengaruhi kondisi lambung. Berikut tujuh kebiasaan yang sering jadi pemicu GERD kambuh saat Ramadhan.

1. Langsung Balas Dendam Saat Berbuka

Rekomendasi Makanan yang Cocok Untuk Mengurangi Rasa Mual

Setelah menahan lapar seharian, muncul keinginan makan dalam jumlah besar sekaligus. Lambung yang kosong lama tiba-tiba “dipaksa kerja keras”, sehingga produksi asam meningkat drastis. Kondisi ini bisa memicu rasa perih, begah, hingga heartburn.

Lebih aman berbuka secara bertahap. Awali dengan air putih dan makanan ringan, beri jeda, baru lanjut makan utama.

Tips Ibadah Puasa Nyaman dan Aman buat Penderita GERD

2. Terlalu Banyak Makanan Berminyak dan Bersantan

Gorengan memang identik dengan takjil, tapi makanan tinggi lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Akibatnya, lambung bekerja lebih berat dan tekanan di dalamnya meningkat, yang bisa memicu refluks asam.

Sesekali boleh, tapi jangan jadikan gorengan sebagai “menu wajib” setiap hari.

3. Minum Teh atau Kopi Saat Perut Kosong

Banyak orang langsung minum teh manis atau kopi ketika berbuka. Padahal, kafein dapat merangsang produksi asam lambung dan membuat katup lambung lebih rileks, sehingga asam mudah naik ke kerongkongan.

Jika ingin minum teh atau kopi, sebaiknya setelah makan, bukan saat perut masih kosong.

4. Makan Terlalu Cepat

Karena lapar, makanan sering dikunyah seadanya lalu langsung ditelan. Makan terlalu cepat membuat udara ikut masuk ke saluran cerna dan menyebabkan perut kembung. Selain itu, lambung harus bekerja ekstra menghancurkan makanan yang belum halus.

Makan perlahan justru membantu tubuh memberi sinyal kenyang dan mengurangi risiko asam lambung naik.

5. Langsung Tidur Setelah Sahur

Ini salah satu kebiasaan paling sering jadi penyebab GERD kambuh. Setelah sahur, banyak orang langsung kembali tidur karena masih mengantuk. Posisi berbaring membuat asam lambung lebih mudah naik, apalagi saat proses pencernaan belum selesai.

Idealnya, beri jeda minimal 30 sampai 60 menit sebelum kembali berbaring. Gunakan waktu itu untuk aktivitas ringan seperti duduk santai atau menyiapkan hari.

6. Kurang Minum Air Putih

Selama puasa, tubuh hanya punya waktu terbatas untuk memenuhi kebutuhan cairan. Jika asupan air kurang, proses pencernaan menjadi tidak optimal dan lambung lebih sensitif terhadap asam.

Gunakan pola minum bertahap dari berbuka hingga sahur agar tubuh tetap terhidrasi tanpa membuat perut terasa penuh sekaligus.

7. Makan Terlalu Pedas dan Asam Saat Berbuka

Sambal, acar, atau makanan bercita rasa tajam memang menggugah selera. Namun makanan pedas dan asam bisa mengiritasi dinding lambung, terutama setelah seharian kosong.

Bagi penderita GERD, menu berbuka sebaiknya lebih “ramah lambung” seperti sup hangat, sayuran, protein tanpa lemak, dan karbohidrat yang mudah dicerna.

Puasa Tetap Nyaman Tanpa Drama Asam Lambung

GERD bukan alasan untuk tidak menjalani puasa dengan nyaman. Kuncinya ada pada pola makan yang lebih bijak, bukan sekadar menahan lapar. Dengan memilih makanan yang tepat, makan perlahan, dan menghindari kebiasaan yang memicu iritasi lambung, puasa justru bisa membantu memperbaiki pola hidup.

Ramadhan bisa tetap dijalani dengan tenang, ibadah lancar, dan tubuh pun ikut merasa lebih seimbang. Yang penting bukan seberapa banyak makanan saat berbuka, tetapi seberapa cerdas kita menjaganya.