Apa yang Harus Dilakukan Pria Ketika Mengalami Gejala Disfungsi Ereksi?
- freepik.com
Olret – Disfungsi ereksi adalah kondisi yang cukup umum dan sepenuhnya dapat diobati dengan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, alih-alih khawatir, merasa tidak aman, atau mengobati sendiri, pria sebaiknya proaktif mencari perhatian medis sejak dini ketika mengalami tanda-tanda disfungsi ereksi.
1. Keengganan untuk mencari pertolongan medis memperumit disfungsi ereksi.
Disfungsi Ereksi Bukan Sekadar Masalah Vitalitas
- Youtube
Disfungsi ereksi (DE) adalah kondisi di mana pria tidak mampu mencapai atau mempertahankan ereksi yang "cukup keras" untuk hubungan seksual yang memuaskan. Kondisi ini sangat umum dan meningkat di kalangan pria modern, terutama pria muda.
RLCD (Penurunan Libido dan Disfungsi Ereksi) disebabkan oleh banyak faktor. Menurut dokter, banyak pria memiliki kebiasaan buruk dalam kehidupan sehari-hari yang menyebabkan disfungsi ereksi, seperti: masturbasi yang tidak tepat, kecanduan merokok, konsumsi alkohol dan stimulan berlebihan, pekerjaan yang penuh tekanan, kurang olahraga, dan nutrisi yang tidak memadai.
Disfungsi ereksi (DE) dapat terjadi dalam jangka waktu tertentu atau berlangsung lama, secara signifikan mengurangi kualitas kehidupan seksual dan kesejahteraan psikologis pria.
Namun, rasa malu (perasaan malu, rendah diri, dan canggung) adalah penghalang terbesar yang menyebabkan banyak orang menunda pemeriksaan dan pengobatan untuk disfungsi ereksi. "Menyembunyikan kondisi tersebut" dapat membuat masalah sederhana menjadi lebih rumit dan sulit diobati.
2. Apa yang harus dilakukan pria ketika mengalami tanda-tanda disfungsi ereksi?
Penyebab Penis Tidak Bisa Ereksi
- shutterstock
Dalam banyak kasus, disfungsi ereksi dapat sepenuhnya diatasi melalui perubahan gaya hidup sehat, menjaga pola makan yang tepat, dan rutinitas harian… Oleh karena itu, alih-alih khawatir, merasa tidak aman, atau mengobati sendiri, pria sebaiknya proaktif mencari nasihat medis sejak dini untuk mendapatkan intervensi yang paling efektif.
Menurut Dr. Nguyen Ba Hung, seorang spesialis Andrologi dan Infertilitas, RLCD (Disfungsi Ginjal Relatif) dapat disebabkan oleh banyak faktor. Untuk pengobatan yang efektif, pasien perlu berkonsultasi dengan spesialis Andrologi untuk menilai secara akurat penyebab dan tingkat keparahan kondisi tersebut serta menerima pengobatan yang sesuai dengan setiap kasus spesifik.
Jika penyebabnya adalah kondisi medis yang mendasari atau gangguan endokrin, intervensi dini dianjurkan. Penyesuaian gaya hidup seperti olahraga teratur, tidur yang cukup, pengurangan stres, berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol, dan diet seimbang juga berkontribusi pada pengobatan yang efektif.
Terapi dan konseling psikoseksual bagi pasien dan pasangannya dapat mengurangi stres dan membantu pria tersebut mendapatkan kembali kepercayaan dirinya.
3. Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu memperbaiki disfungsi ereksi
Disfungsi Ereksi
- freepik.com/author/jcomp
Perubahan gaya hidup dapat secara signifikan memperbaiki disfungsi ereksi, terutama pada kasus ringan atau yang disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat.
Tingkatkan aktivitas fisik
Olahraga meningkatkan sirkulasi darah, faktor penting dalam fungsi ereksi. Berlari, berenang, atau berjalan cepat selama 30 menit setiap hari meningkatkan aliran darah dan memperkuat kesehatan kardiovaskular.
Latihan Kegel secara konsisten, yang berfokus pada otot dasar panggul (kelompok otot yang menopang alat kelamin), membantu pria mengontrol aliran darah dan meningkatkan kemampuan untuk mempertahankan ereksi.
Pola Makan Sehat
Nutrisi tidak hanya memengaruhi kesehatan secara keseluruhan tetapi juga berdampak langsung pada sirkulasi darah dan fungsi ereksi.
Prioritaskan makanan alami yang melindungi sistem pembuluh darah dan meningkatkan fungsi fisiologis, seperti: buah-buahan dan sayuran; biji-bijian utuh; protein tanpa lemak.
Batasi makanan olahan, makanan manis, lemak jenuh, dan alkohol, karena faktor-faktor ini menyebabkan peradangan, menghambat sistem saraf pusat, menyebabkan penumpukan kolesterol, dan menyumbat arteri kecil yang memasok darah ke alat kelamin.
Berhentilah merokok, karena itu adalah musuh nomor satu yang merusak pembuluh darah dan menyempitkan arteri yang memasok darah ke penis.
Pengelolaan Stres dan Tidur
Fungsi seksual dapat terganggu oleh kondisi seperti: kurang tidur, depresi, masalah hubungan, stres kerja... Melakukan aktivitas seperti meditasi, yoga, dan latihan pernapasan dalam dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur.
Pertahankan berat badan yang sehat
Obesitas sering dikaitkan dengan penyakit vaskular. Pria dengan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi karena sirkulasi darah yang buruk dan ketidakseimbangan hormon. Oleh karena itu, menurunkan berat badan dan mempertahankan berat badan yang sehat dianjurkan untuk memperbaiki keseimbangan hormon dan fungsi seksual.
Carilah dukungan profesional
Hubungan emosional antara dua orang memainkan peran penting dalam memulihkan fungsi seksual. Pria yang mengalami disfungsi ereksi harus berkomunikasi secara terbuka atau mencari nasihat profesional untuk menemukan solusi yang lebih efektif dalam mengatasi hambatan emosional dan psikologis.