Hati-hati Moms, Ini 6 Penyebab Mata Minus pada Anak Yang Perlu Diwaspadai
- freepik.com
Olret – Semakin banyak anak usia sekolah yang mulai memakai kacamata, bukan hanya karena faktor genetik, tapi juga gaya hidup yang berubah drastis. Di era serba digital ini, anak-anak sudah akrab dengan layar sejak usia dini dan mata kecil mereka bekerja lebih keras dari yang kita kira. Mata minus atau myopia pada anak bukan lagi hal langka, dan penting bagi para orang tua, terutama moms, untuk memahami apa saja penyebabnya agar bisa melakukan pencegahan sejak awal.
1. Terlalu Lama Menatap Layar
Screen time berlebihan menjadi penyebab terbesar meningkatnya kasus mata minus pada anak. Layar membuat mata harus fokus pada jarak dekat dalam waktu lama, sehingga otot mata bekerja ekstra dan memicu perubahan bentuk bola mata. Saat bola mata memanjang, cahaya tidak lagi jatuh tepat di retina—dan jadilah minus. Ditambah lagi, pencahayaan layar yang terlalu terang atau terlalu redup bisa membuat mata cepat lelah.
2. Kurang Aktivitas di Luar Ruangan
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang jarang bermain di luar ruangan memiliki risiko lebih tinggi mengalami mata minus. Cahaya alami matahari membantu melepaskan dopamin di retina, yang berfungsi menghambat pertumbuhan bola mata berlebih. Ketika anak hanya bermain di dalam ruangan, tubuh kehilangan stimulus alami ini. Akhirnya, perkembangan mata jadi tidak seimbang dan myopia lebih mudah terjadi.
3. Genetik dari Orang Tua
Faktor keturunan memang punya peran cukup besar. Jika salah satu orang tua memiliki mata minus, risiko anak mengalaminya juga meningkat. Jika kedua orang tua minus, risikonya bisa dua kali lipat. Namun penting digarisbawahi: genetik bukan satu-satunya penyebab. Lingkungan dan kebiasaan tetap punya pengaruh besar. Jadi, meski orang tua minus, bukan berarti anak pasti ikut minus asal pola hidupnya sehat.
4. Kebiasaan Membaca dalam Posisi Tidak Ideal
Anak yang membaca sambil tiduran, terlalu dekat dengan buku, atau dalam pencahayaan redup cenderung memaksa mata bekerja lebih keras. Jarak membaca ideal untuk anak adalah 30–40 cm. Ketika jaraknya terlalu dekat, mata harus berakomodasi ekstrem dan jika dilakukan berulang-ulang bisa mengubah struktur mata.
5. Kurang Asupan Nutrisi untuk Mata
Mata anak butuh nutrisi seperti vitamin A, lutein, zeaxanthin, dan omega-3 agar fungsi penglihatannya optimal. Jika asupan ini kurang, kondisi mata mereka lebih mudah lelah dan sensitif. Meski kekurangan nutrisi tidak langsung menyebabkan minus, kondisi ini bisa memperburuk kelelahan mata sehingga makin rentan mengalami masalah penglihatan.
6. Kurang Istirahat Mata
Anak yang belajar terus-menerus tanpa jeda juga berisiko mengalami kelelahan mata. Idealnya, setiap 20 menit, anak perlu melihat objek jauh selama 20 detik (aturan 20-20-20). Kebiasaan simpel ini membantu merilekskan otot mata agar tidak tegang terus.
Mata minus pada anak terjadi karena gabungan faktor genetik dan kebiasaan sehari-hari. Kabar baiknya, sebagian besar faktor tersebut bisa dicegah. Membatasi screen time, memastikan mereka bermain di luar minimal 1–2 jam sehari, menjaga jarak baca, serta memenuhi asupan nutrisi adalah langkah sederhana namun sangat efektif. Dengan perhatian sejak dini, moms bisa bantu menjaga mata anak tetap sehat, cerah, dan bebas minus lebih lama.