6 Gejala Diabetes pada Anak yang Jarang Disadari dan Cara Cegahnya

anak makan pedas
Sumber :
  • https://www.parenting.co.id/

Olret –  Banyak orang tua menganggap perubahan kecil pada anak sebagai hal biasa seperti minum lebih sering, cepat capek, atau minta jajan terus. Padahal bisa saja tubuh sedang mengirim sinyal bahwa kadar gula darah anak tidak stabil.

Isak Tangis di Balik Kamera: Ressa Ungkap Luka Lama dan Kekecewaan Terhadap Keluarga Denada

Karena gejala awalnya samar, deteksi dini sering terlewat hingga kondisinya sudah cukup serius.

Haus Terus dan Pipis Semakin Sering

7 Risiko Terlalu Banyak Minum Air Minum bagi Kesehatan Tubuh

Anak yang minum berkali-kali tapi tetap merasa kering bukan hanya tanda kehausan biasa. Ketika gula dalam tubuh terlalu tinggi, ginjal bekerja membuangnya lewat urine. Akibatnya, anak pipis lebih sering, bahkan bisa kembali mengompol meski sebelumnya sudah bisa menahan.

Berat Badan Turun Padahal Nafsu Makan Naik

Bak Kisah Negeri Dongeng: Di Usia 22, Dinh Bac Hadiahkan Mobil untuk Ayah dan Rumah untuk Ibu

Tubuh anak tidak bisa memanfaatkan glukosa sebagai energi, sehingga memecah lemak dan otot sebagai gantinya. Inilah yang membuat anak makan banyak tapi tetap terlihat kurus. Energinya juga cepat habis sehingga mereka tampak lesu.

Anak Terlihat Lemes dan Kurang Responsif

Karena sel tubuh tidak mendapatkan energi yang cukup, anak lebih mudah lelah. Mereka tampak tidak bersemangat, kurang aktif bermain, dan sering merasa lemas meski tidak sedang sakit.

Luka Lama Sembuh

Jika lecet kecil butuh waktu lama untuk sembuh, ini bisa menjadi sinyal aliran darah mulai terganggu akibat gula tinggi. Luka menjadi lebih lama mengering dan pulih.

Napas Berbau Buah

Bau napas seperti buah merupakan tanda tubuh memecah lemak berlebihan untuk energi. Kondisi yang bisa mengarah pada ketoasidosis diabetik, yang sangat berbahaya bila tidak ditangani cepat.

Cara Mencegah Diabetes pada Anak

Pencegahan bukan tentang melarang total makanan manis, tetapi mengatur ulang kebiasaan yang lebih sehat dan konsisten. Berikut langkah-langkah yang paling efektif:

Perbaiki pola makan dengan pilihan yang lebih seimbang

Ganti sebagian karbohidrat dengan sumber yang lebih stabil seperti oatmeal, nasi merah, roti gandum, serta perbanyak sayur dan buah dalam setiap porsi makanan.

Batasi minuman manis harian

Tidak perlu langsung stop total. Kurangi frekuensi dan porsinya, lalu tawarkan alternatif sehat seperti infused water, air putih dingin, atau jus tanpa gula tambahan.

Ajak anak bergerak setiap hari

Aktivitas fisik membantu tubuh mengolah gula sebagai energi. Tidak harus olahraga berat seperti bermain lompat tali, bersepeda, kejar-kejaran, atau main bola sudah sangat cukup.

Pastikan anak tidur cukup dan teratur

Kurang tidur mengganggu hormon yang mengatur metabolisme dan gula darah. Rutin tidur pada jam yang sama membuat tubuh bekerja lebih stabil.

Kurangi konsumsi makanan olahan dan tinggi gula tersembunyi

Snack manis, roti manis, sereal bergula, atau minuman kemasan sering kali mengandung gula dalam jumlah tinggi. Pilih camilan segar seperti buah atau yogurt tanpa gula.

Lakukan pemeriksaan gula darah bila ada riwayat keluarga

Anak dengan keluarga penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi. Pemeriksaan berkala setiap beberapa bulan sangat membantu deteksi dini.

Tubuh anak selalu memberi tanda, kita hanya perlu lebih jeli membaca sinyalnya. Dengan mengenali gejala sejak awal dan menerapkan kebiasaan sehat yang konsisten, anak dapat tumbuh kuat, aktif, dan menikmati masa kecilnya tanpa dibayangi risiko diabetes.