Menguak Sisi Gelap Kehidupan Idola Korea Lewat Drama “Idol I”

Penampilan Choi Sooyoung dan Kim Jaeyoung di drama "Idol I"
Sumber :
  • Instagram/genietv.official

Olret – Setelah memukau melalui drama romansa antara idola dan penggemarnya melalui “So I Married The Anti Fan”, Choi Sooyoung atau juga dikenal dengan Sooyoung Girls’ Generation siap kembali dengan drama yang mengangkat kehidupan idola Korea lewat drama “Idol I”.

Bernabeu Membara: Madridista Serukan Pemecatan Xabi Alonso Usai Dipermalukan Barca!

Berbeda dengan “So I Married The Anti Fan” yang bergenre romansa manis, drama garapan Genie TV dan ENA yang berjudul “Idol I” ini bergenre thriller kriminal tentang pengadilan dan pembunuhan yang dibumbui sepercik kisah romansa. 

Mengangkat sisi gelap di balik gemerlapnya kehidupan idola Korea, “Idol I” yang dibintangi oleh Sooyoung Girls’ Generation dan Kim Jaeyoung ini tayang setiap Senin – Selasa. Drama yang disutradarai Lee Gwang Young ini mengikuti kisah seorang idola bernama Do Ra Ik (diperankan oleh Kim Jaeyoung) yang terlibat dalam sebuah kasus pembunuhan.

AHOF Sukses Gelar Fancon Pertama Bertajuk “AHOFOHA : All time Heartfelt Only", Penggemar: Emosional dan Mengesankan!

Untuk membuktikan dirinya tidak bersalah dan menuntut keadilan, Do Ra Ik harus bekerja sama dengan Maeng Sena (diperankan oleh Choi Sooyoung), seorang pengacara yang diam-diam merupakan penggemar berat Do Ra Ik. 

Idol I

Photo :
  • AsianWiki

Pengkhianatan di Lapangan Hijau: Mafia Skor Hantui Timnas Thailand!

Episode pertama “Idol I” dibuka dengan monolog Maeng Sena yang mengenakan earphone dan memutar lagu rock dan berkata, “Aku tak bisa menahan diri untuk terus berada dalam fantasi bodoh denganmu. Seperti tidak sengaja bertemu di restoran, atau menonton bioskop hingga larut malam.” 

Maeng Sena sendiri merupakan pengacara handal yang terkenal karena sering mewakili klien bermasalah dan mendapat cap buruk dari masyarakat. Ia dijuluki “Lawyer for villains” karena berhati dingin dan membela klien bahkan pejabat hanya untuk menambah pundi-pundi kekayaannya. 

Meskipun Maeng Sena mendapat stigma negatif dari masyarakat, ia memiliki ketabahan, moral dan memiliki sifat yang bertentangan dengan kepercayaan umum. Maeng Sena tidak pernah mencari celah untuk membantu penjahat mendapatkan kebebasan yang tidak pantas mereka dapatkan. Maeng Sena memiliki masa lalu yang pelik sehingga ia berhenti peduli dengan pendapat orang lain. 

Namun, siapa sangka bahwa pengacara yang dikenal berhati dingin tersebut adalah seorang penggemar berat KPop, terutama seorang penyanyi bernama Do Ra Ik dari grup Gold Boys. 

Adegan pertama dari Do Ra Ik, anggota band veteran Korea Gold Boys, persis seperti yang diharapkan dari adegan perkenalan seorang idola dalam drama Korea pada umumnya.

Mengenakan pakaian yang harganya lebih mahal daripada sewa bulanan kebanyakan orang, Do Ra Ik keluar dari mobil yang bahkan tak terbayangkan mampu dibeli orang lain dan berjalan menyusuri jalan yang dipenuhi penggemar di kedua sisinya, meneriakkan namanya dengan lantang.

Adegan itu tampak penuh aspirasi, sampai penonton dikejutkan oleh kenyataan. Seorang penggemar obsesif atau sasaeng, melompat keluar dari kerumunan dan meraih jaket Do Ra Ik, membuatnya jatuh. 

Adegan tersebut ternyata bukan sekadar adegan fiksi dari sebuah drama. Seringkali di dunia nyata, para idola Korea harus menghadapi penggemar obsesif yang mencoba menyentuh idolanya tanpa izin. Tak hanya itu saja, adegan di mana Do Ra Ik diuntit hingga apartment dan ditelpon ratusan kali juga dapat ditemui di dunia nyata.

Cuplikan drama

Photo :
  • Soompi

Banyak idola Korea yang dihadapkan pada sasaeng dengan tingkah menyebalkan bahkan ekstrim. Contoh saja Taeyong NCT yang ditelpon sasaeng saat siaran langsung, Joshua SEVENTEEN yang dilempar album oleh penggemar saat fansign dan Xiaojun WayV yang mendapat kata-kata kasar dari penggemar saat fansign. 

Dengan demikian, “Idol I” memantik rasa penasaran penggemar sejak episode pertama karena telah menyajikan sisi gelap di balik gemerlapnya kehidupan idol yang biasa kita lihat melalui layar kaca dan ponsel. Pada akhirnya, drama ini bukan sekadar drama thriller biasa, melainkan cermin tentang bagaimana popularitas bisa menjadi cahaya sekaligus bayangan mematikan.