Mengapa Selat Hormuz Mudah Ditutup Tetapi Sulit Dibuka?
- Gemini Ai
Tantangan ini semakin diperparah oleh kenyataan bahwa pasukan pengawal hanya dapat melindungi beberapa kapal sekaligus, sementara volume kapal yang perlu melewati Selat Hormuz sangat besar. Pada bulan Februari, sebelum konflik meletus, sekitar 80 kapal tanker minyak dan gas melewati selat tersebut setiap hari.
"Sangat penting untuk meyakinkan perusahaan pelayaran dan pasar asuransi bahwa risikonya cukup rendah untuk memungkinkan kapal melewati selat tersebut," kata Kevin Rowlands, seorang ahli maritim di Royal United Services Institute (RUSI).
Melakukan operasi pengawalan skala besar juga akan mengharuskan AS untuk menyebar pasukannya, mengurangi jumlah unit yang sudah terlibat dalam tugas operasional lain, seperti menyerang Iran.
Selain itu, karena Iran juga menargetkan kapal-kapal di Teluk Persia dan Teluk Oman, kapal-kapal ini masih membutuhkan perlindungan bahkan setelah melewati Selat Hormuz, yang selanjutnya akan menunda operasi pengawalan.
"Saya pikir lalu lintas melalui Selat Hormuz akan terpengaruh selama masih ada ancaman Iran terhadap kawasan ini," kata Talmadge. "Diperlukan solusi politik dan diplomatik agar keadaan benar-benar kembali normal."