Ketegangan di Selat Hormuz Memuncak: Akankah Harga BBM Dunia Meroket?
- AP
Untuk mengurangi tekanan pasokan, pemerintah AS dengan cepat menerapkan beberapa langkah dukungan. Departemen Keuangan AS telah mengizinkan penjualan minyak dan petrokimia yang saat ini disimpan di laut, dengan batas waktu hingga 19 April. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pasokan jangka pendek ke pasar.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyatakan bahwa kemungkinan penggunaan instrumen cadangan strategis tambahan sedang dipertimbangkan jika diperlukan.
Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan negara-negara anggota untuk memantau situasi secara cermat. Rencana pelepasan cadangan darurat telah disiapkan untuk memastikan keamanan energi global jika gangguan pasokan terus berlanjut. Menurut IEA, pemulihan penuh pasokan dari Timur Tengah mungkin membutuhkan waktu lebih lama.
Bisnis Logistik Menghadapi Tekanan Biaya
Fluktuasi di pasar minyak secara langsung berdampak pada biaya operasional bisnis transportasi dan logistik. Menurut Bloomberg, banyak perusahaan pelayaran telah mulai menyesuaikan biaya tambahan bahan bakar untuk mengimbangi kenaikan biaya.
Pada saat yang sama, pelanggan utama mengubah strategi pembelian mereka, membagi pesanan menjadi kuantitas yang lebih kecil daripada mengimpor volume besar sekaligus.
Di industri penerbangan, maskapai penerbangan Eropa juga harus menghitung ulang struktur harga tiket mereka karena biaya bahan bakar cenderung meningkat. Pavel Kveten, CEO Girteka Logistics, mengatakan bahwa fluktuasi harga bahan bakar hampir secara langsung memengaruhi struktur biaya operasional bisnis. Saat ini, bahan bakar menyumbang sekitar 30% dari total biaya operasional perusahaan.
Di tingkat ritel, perilaku konsumen juga mulai bergeser. Di Jerman, para pedagang minyak pemanas melaporkan bahwa pelanggan terutama hanya membeli saat dibutuhkan daripada menimbun. Di AS, harga bahan bakar ritel juga meningkat, memaksa pemerintah untuk mempertimbangkan langkah-langkah ekonomi yang tepat.
Namun, banyak ahli percaya bahwa pasar sedang dalam proses penyesuaian diri untuk menemukan keseimbangan baru. Perusahaan-perusahaan besar telah mengaktifkan rencana darurat seperti mengoptimalkan rute transportasi, mengurangi konsumsi bahan bakar, dan mencari kontrak pasokan jangka panjang untuk melindungi keuntungan.
Menurut data terbaru, harga minyak mentah Brent saat ini berfluktuasi sekitar $112-$113 per barel, sementara minyak mentah WTI diperdagangkan mendekati $100 per barel. Selisih harga antara kedua patokan ini terus melebar, mencerminkan penyesuaian dinamis dalam rantai pasokan energi global.