Hindari Konflik Timur Tengah, 3 Kapal Putuskan Pindah Bendera ke Vietnam

Kapal tanker minyak dan kapal kargo berjejer di Selat Hormuz
Sumber :
  • AP News

Olret – Administrasi Maritim dan Perairan Pedalaman Vietnam telah menerima permintaan dari tiga pemilik kapal Vietnam untuk mengubah kewarganegaraan kapal asing mereka menjadi kewarganegaraan Vietnam demi keselamatan saat beroperasi di Timur Tengah.

Mengapa Selat Hormuz Mudah Ditutup Tetapi Sulit Dibuka?

Menurut perwakilan Administrasi Maritim dan Perairan Pedalaman Vietnam, ketiga kapal kargo tersebut dimiliki oleh perusahaan-perusahaan Vietnam dan mempekerjakan sekitar 60 awak kapal Vietnam.

Ketiga kapal tersebut berusia lebih dari 15 tahun dan tidak memenuhi persyaratan pendaftaran di bawah bendera Vietnam, sehingga pemiliknya telah mendaftarkannya dengan kewarganegaraan asing. Ketiga kapal tersebut secara rutin beroperasi di luar negeri, saat ini mengangkut gas alam cair (LNG) di rute Tiongkok-Timur Tengah.

Houthi Mengaku "Sudah Tekan Pelatuk", Siapa yang Jadi Sasarannya?

Di tengah konflik, tiga pemilik kapal mengajukan permohonan untuk mengubah kewarganegaraan mereka menjadi Vietnam guna memastikan keamanan aset dan awak kapal Vietnam mereka saat berlayar di jalur pelayaran Timur Tengah.

Seorang perwakilan dari Administrasi Maritim Vietnam menyatakan bahwa, menurut peraturan yang berlaku, konversi kewarganegaraan kapal asing berada di luar wewenang Administrasi, dan oleh karena itu lembaga tersebut akan menilai situasi dan menyerahkan masalah tersebut kepada Pemerintah untuk diputuskan.

Iran Kerahkan 1 Juta Pasukan untuk Lawan AS

Untuk memastikan keselamatan kapal dan awak kapal Vietnam, Administrasi Maritim Vietnam telah merekomendasikan agar Kementerian Luar Negeri memperkuat pertukaran dan kerja sama dengan otoritas terkait di Timur Tengah, khususnya Iran, sehingga menciptakan kondisi agar kapal-kapal milik perusahaan Vietnam dapat beroperasi dengan aman dan lancar saat melewati Selat Hormuz.

Saat ini, terdapat 18 kapal milik perusahaan Vietnam di Timur Tengah (termasuk 6 kapal berbendera Vietnam dan 12 kapal berbendera asing). Dari segi lokasi, 10 kapal berada di dalam Selat Hormuz, 4 kapal berada di dekat selat, dan 4 kapal berada di luar selat.

Pada akhir tahun 2025, armada maritim Vietnam akan memiliki lebih dari 1.400 kapal, di mana sekitar 220 di antaranya adalah kapal berbendera asing yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan Vietnam.

Banyak kapal berbendera asing, karena tonase dan usianya yang besar, tidak memenuhi persyaratan untuk didaftarkan di bawah bendera Vietnam. Hal ini juga membantu perusahaan mengurangi pajak dan biaya, serta memfasilitasi pengiriman dan penyewaan kapal internasional, karena mereka tidak perlu membawa kapal-kapal tersebut kembali ke Vietnam untuk didaftarkan.

Halaman Selanjutnya
img_title