Misteri 24 Tahun: Perjuangan Ressa Mencari Pengakuan dari Sosok yang Diduga Ibu Kandungnya
- youtube
Olret – Dunia hiburan tanah air baru-baru ini diguncang oleh pengakuan mengejutkan dari seorang pemuda bernama Ressa. Selama lebih dari dua dekade, ia tumbuh dalam asuhan keluarga yang sangat mencintainya, namun ada satu kepingan puzzle yang hilang: identitas ibu kandungnya.
Kini, didampingi ibu asuh dan kuasa hukumnya, Ressa muncul ke publik dengan klaim yang mengarah pada penyanyi ternama, Denada.
Dibuang di Usia 10 Hari
Kisah ini dimulai pada 24 tahun silam. Ressa kecil diserahkan kepada Ibu Rati dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
"Waktu itu ingatnya kalau enggak salah sebelum belum sampai 10 hari... masih ada pusarnya," kenang Ibu Rati dengan nada bergetar.
Ibu Rati menceritakan bahwa sebelum jatuh ke pelukannya, bayi Ressa sempat ditawarkan ke berbagai orang, namun tak ada yang mau mengambilnya. Ketulusan hati Ibu Rati-lah yang akhirnya menyelamatkan masa depan Ressa.
Pencarian Jati Diri Sejak SMP
Ressa tumbuh besar di Banyuwangi tanpa mengetahui rahasia besar di balik kelahirannya. Namun, bisik-bisik tetangga mulai mengusik ketenangannya saat ia duduk di bangku SMP.
"Teman-teman itu banyak yang ngomong... kok kamu bukan anak Mama Rati? Kamu tuh dibawa dari Jakarta ke Banyuwangi," ujar Ressa menceritakan awal mula keraguannya.
Ressa bahkan melakukan investigasi mandiri hingga bertemu dengan saksi-saksi kunci, termasuk orang yang mengantarnya dari Surabaya ke Banyuwangi puluhan tahun silam. Setelah didesak, akhirnya Ibu Rati pun jujur bahwa Ressa bukanlah anak kandungnya.
Antara Rindu dan Luka: "Kenapa Kok Resa di Rumah?"
Salah satu momen paling menyentuh dalam wawancara tersebut adalah ketika Ressa membandingkan nasibnya dengan Aisyah, anak Denada yang sangat disayangi dan diperjuangkan kesembuhannya.
"Kenapa Kak Aisyah yang ada sakit kayak gitu dibelain sampai sejatuh-jatuhnya... sedangkan Resa yang ibarat katanya sehat, kenapa diginiin?" tanya Ressa sambil menahan tangis.
Ressa menegaskan bahwa ia tidak iri, ia hanya merindukan pelukan dan pengakuan yang sama dari sosok yang ia yakini sebagai ibunya.
Gugatan 7 Miliar: Bukan Tentang Uang, Tapi Adab
Pihak keluarga asuh Ressa kini telah melayangkan gugatan perdata. Meskipun angka 7 miliar rupiah muncul ke permukaan, Pak Ronal selaku kuasa hukum menekankan bahwa inti dari masalah ini adalah adab dan penghargaan.
Kekecewaan memuncak ketika Ibu Rati, yang telah merawat Ressa selama 24 tahun tanpa bantuan biaya sepeser pun dari keluarga kandung, merasa diabaikan.
"Saya kayak enggak dianggap orang tuanya (asuh)... padahal saya ini tantenya juga," keluh Ibu Rati.
Puncaknya adalah ketika mereka mencoba berkomunikasi baik-baik namun justru berujung pada pemblokiran nomor telepon dan penolakan saat berkunjung ke rumah.
Hanya Butuh Pengakuan
Di akhir pembicaraan, Ressa menitipkan pesan mendalam. Ia mengaku tidak benci, tetap bangga memiliki ibu yang hebat, dan tidak mengharapkan harta.
"Kalau masalah uang, Resa bisa cari sendiri... tapi untuk ketenangan hati, Resa tunggu mulai dulu sampai detik sekarang pun Ibu enggak mau ngakuin," tutup Ressa.
Kini bola panas ada di tangan Denada. Apakah mediasi akan membuahkan hasil, ataukah tes DNA akan menjadi jalan terakhir untuk mengungkap kebenaran yang terkubur selama 24 tahun ini?