Plot Twist Skandal Naturalisasi: 7 Pemain Malaysia Kembali ke Lapangan Hijau!
- thethao247.vn
Olret – Media berita sepak bola Asia Tenggara terkejut dengan keputusan CAS untuk menangguhkan sementara larangan terhadap tujuh pemain naturalisasi Malaysia.
Pada malam tanggal 26 Januari, Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengumumkan bahwa Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah menyetujui permintaan penangguhan sementara larangan terhadap tujuh pemain tim nasional Malaysia: Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Héctor Hevel.
Ini berarti ketujuh pemain ini akan diizinkan untuk kembali bermain secara normal untuk klub mereka sambil menunggu keputusan akhir.
Insiden tersebut langsung menimbulkan kehebohan di media Asia Tenggara semalam. Sebagian besar menyatakan keterkejutannya atas keputusan CAS.
Forum Sepak Bola Asia Tenggara - Asean Football menulis: "CAS mengizinkan 7 pemain naturalisasi Malaysia untuk terus bermain. Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah mengkonfirmasi bahwa Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah menyetujui permohonan penangguhan sementara hukuman atas nama tujuh pemain tim nasional. Oleh karena itu, para pemain yang terlibat: Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Héctor Hevel akan terus bermain setelah skorsing FIFA selama 12 bulan," tulis Asean Football.
Halaman ini menilai keputusan CAS sebagai "perkembangan signifikan bagi Malaysia seiring berlanjutnya proses hukum."
Seasia Goal menyatakan keterkejutannya atas keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga. Namun, halaman tersebut juga menekankan bahwa ini hanyalah tindakan sementara sebelum keputusan akhir dibuat: "Ini hanyalah tindakan sementara sementara CAS melakukan investigasi dan mengumumkan keputusan akhirnya."
Surat kabar Indonesia, Kompas, menerbitkan artikel dengan judul: "Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mencabut sementara sanksi FIFA, tujuh pemain naturalisasi Malaysia bernapas lega."
Di bawah artikel tersebut, surat kabar Indonesia itu merangkum informasi dalam siaran pers FAM dan juga menegaskan bahwa ini bukanlah keputusan akhir tetapi hanya keputusan sementara.