Siklus Penghancuran Diri: Mengapa Memecat Amorim Bisa Menjadi "Kiamat" Bagi Manchester United?
- google image
Ketidakpastian ini menciptakan risiko yang signifikan: MU bisa kembali terjerumus ke dalam siklus "membeli pemain untuk manajer lama, membuang pemain untuk manajer baru."
Jika manajer pengganti tidak memanfaatkan pemain seperti Dorgu, Sesko, Mbeumo, atau Cunha dalam peran yang awalnya ditentukan Amorim, klub akan menghadapi dua pilihan berisiko. Salah satunya adalah mencoba menyesuaikan taktik dengan personel yang ada, dan yang lainnya adalah terus menghabiskan uang untuk merestrukturisasi skuad.
Kedua pilihan tersebut memakan waktu, mahal, dan memperlambat proses stabilisasi, sementara para pesaing langsung terus maju.
Apa yang perlu dilakukan Manchester United di era pasca-Amorim untuk menstabilkan keadaan?
Amorim
- thethao247.vn
Dalam konteks ini, MU harus mengubah pendekatannya jika tidak ingin tertinggal terlalu jauh. Hal pertama yang harus dilakukan adalah segera mengidentifikasi pelatih yang sesuai dengan skuad saat ini, alih-alih memilih seseorang yang filosofinya benar-benar berlawanan.
Stabilitas pada titik ini lebih penting daripada revolusi apa pun. Secara bersamaan, tujuan jangka pendek juga perlu disesuaikan agar lebih realistis: fokus pada mempertahankan posisi di empat besar kompetisi, sehingga mengamankan kualifikasi Liga Champions untuk mempertahankan pendapatan, daya tarik, dan kepercayaan internal dalam tim.
Pada akhirnya, Manchester United perlu mengambil pelajaran penting dari perubahan-perubahan yang penuh gejolak yang mereka alami. Tidak dapat diterima untuk memulai dari awal setiap kali manajer diganti.
Dengan pemain-pemain yang telah menerima investasi signifikan dan berada di puncak karier mereka, klub perlu menemukan cara untuk memaksimalkan nilai mereka daripada membuat keputusan yang terburu-buru.
Hanya dengan memprioritaskan konsistensi, kesabaran, dan realisme dalam menetapkan ambisi, Setan Merah dapat melepaskan diri dari tahun-tahun ketidakstabilan dan secara bertahap membangun kembali posisi mereka sebagai salah satu tim terkemuka di dunia.