Keputusan Kepa dan Arteta yang Sangat Manusiawi
- bbc
Menjelang adu penalti, Tuchel melakukan kesalahan fatal dengan mengganti Mendy dengan Kepa. Sebelumnya di musim ini, kiper Spanyol itu telah membantu Chelsea memenangkan Piala Super Eropa.
Namun kali ini, Kepa gagal menyelamatkan satu pun dari 11 penalti Liverpool. Ia bahkan dipermalukan oleh tendangan keras Virgil van Dijk yang langsung masuk ke sudut gawang tempat ia berada. Setelah kiper lawan Caoimhin Kelleher berhasil mengeksekusi penaltinya, Kepa maju untuk mengambil tendangan penentu, tetapi tendangannya melambung di atas mistar gawang, sehingga Liverpool memenangkan kejuaraan.
Arteta: Dari Pragmatisme Menuju Kemanusiaan yang Berlebihan
Mikel Arteta
- getty image
Selama lebih dari enam tahun melatih Arsenal, Arteta telah membangun reputasi sebagai manajer yang selalu siap mengambil keputusan sulit, seseorang yang tampaknya mampu mengesampingkan emosi sepenuhnya.
Oleh karena itu, keputusan untuk menurunkan Kepa sebagai starter menggantikan David Raya yang menjadi pilihan utama di Wembley adalah "keberpihakan yang sangat emosional," seperti yang dikomentari BBC Sport.
Arteta tidak memilih Kepa karena ia percaya Kepa adalah kiper terbaik untuk final. Ia memilihnya untuk menghargai kontribusinya dalam lima pertandingan sebelumnya di Piala Liga 2026, dan karena pria berusia 43 tahun itu merasa itu adalah tindakan yang mulia.
"Saya harus melakukan apa yang menurut saya benar, jujur, dan adil," jelas Arteta dalam konferensi pers pasca pertandingan. "Saya pikir ada pemahaman antara kami dan Kepa. Kepa telah menjadi kiper utama sepanjang turnamen, dan saya pikir akan sangat tidak adil baginya dan seluruh tim jika kami melakukan sebaliknya."
Jika Arsenal mengalahkan Man City untuk memenangkan gelar pertama mereka musim ini, keputusan ini pasti akan dipuji sebagai langkah yang brilian, sebuah tanda kedewasaan Arteta yang semakin berkembang dan kepemimpinannya yang semakin matang.
Pelatih kelahiran 1982 ini telah berbagi bagaimana ia telah berkembang dengan secara bertahap memahami aspek emosional pekerjaannya, alih-alih hanya fokus pada elemen teknis dan taktis semata.
Namun Arsenal tidak mampu mengatasinya. Mereka menderita kekalahan 0-2, dengan kesalahan Kepa menjadi titik balik. Kekalahan ini bukan hanya karena pilihan kiper Arteta. 10 pemain Arsenal lainnya di lapangan juga tampil buruk. Di sisi lain, Guardiola juga mencadangkan kiper nomor satu Gianluigi Donnarumma untuk memberi kesempatan kepada Trafford, tetapi Man City tidak mengalami konsekuensi negatif apa pun.