Update Terkini: Fakta di Balik Kembalinya 7 Pemain Malaysia Hadapi Vietnam
- thethao247.vn
Olret – Keputusan CAS untuk menangguhkan sementara hukuman skorsing telah membantu Malaysia mengatasi dilema personel menjelang pertandingan melawan Vietnam, tetapi dasar hukum di baliknya tetap kompleks dan belum terselesaikan.
Keputusan terbaru dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah memberikan tim nasional Malaysia sedikit kelegaan sementara sebelum pertandingan melawan Vietnam. Namun, pencabutan hukuman skorsing hanyalah formalitas hukum dan tidak berarti para pemain naturalisasi telah dibebaskan dari kesalahan.
Oleh karena itu, CAS telah menyetujui permintaan untuk menangguhkan sementara hukuman skorsing terhadap tujuh pemain naturalisasi Malaysia, termasuk Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Hector Hevel, Gabriel Palmero, Imanol Machuca, Rodrigo Holgado, dan Facundo Garces.
Ini bukanlah "perubahan haluan" atau tanda bahwa mereka tidak bersalah, melainkan mekanisme untuk melindungi hak para pemain untuk menjalankan profesi mereka sambil menunggu putusan akhir.
Pada prinsipnya, secara hukum, sementara kasus tersebut masih menunggu putusan akhir, CAS berhak menerapkan tindakan sementara untuk mencegah kerugian yang tidak dapat diperbaiki pada individu yang terlibat.
Selama berbulan-bulan, karier kelompok pemain ini praktis "terhenti," tidak dapat bermain, tidak dapat mendaftar untuk pertandingan, dan berada di bawah tekanan mental yang sangat besar. Oleh karena itu, keputusan CAS dianggap manusiawi, memprioritaskan kepentingan individu sambil menunggu kesimpulan akhir.
Langkah ini juga mencerminkan peran Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Pada 8 Januari, FAM secara resmi mengajukan banding ke CAS, meminta penangguhan sementara agar para pemain dapat terus bermain untuk klub mereka.
Sebelumnya, FIFA telah mengeluarkan sanksi pada September 2025, menuduh FAM menggunakan dokumen palsu dalam proses verifikasi kelayakan kelompok pemain naturalisasi tersebut. FAM didenda 350.000 franc Swiss, sementara setiap pemain menerima penangguhan selama 12 bulan dan denda 2.000 franc Swiss.
Setelah banding mereka ke Komite Banding FIFA ditolak pada 3 November 2025, membawa kasus ini ke CAS dipandang sebagai langkah yang tepat secara hukum oleh FAM. Dengan keputusan terbaru ini, tujuh pemain dapat kembali ke lapangan untuk sementara waktu di level klub, sehingga membantu Malaysia menstabilkan skuadnya di tengah krisis kepercayaan dalam sepak bola Malaysia.
Namun, penting untuk ditekankan bahwa keputusan CAS untuk menunda putusan bukan berarti kasus ini sudah selesai. Putusan akhir masih tertunda dan dapat dibatalkan. Lebih lanjut, keputusan ini tidak secara langsung memengaruhi kemungkinan tim Malaysia dinyatakan kalah melawan Vietnam, karena ini adalah dua masalah hukum yang terpisah.