Amad Diallo: Arsenal Tidak Memiliki Satu Pun Hal Bagus Kecuali Tendangan Sudut Mereka!

Amad Diallo
Sumber :
  • getty image

Olret – Setelah kemenangan dramatis Manchester United 3-2 di Emirates, gelandang Amad Diallo secara terbuka mengejek ketergantungan Arsenal pada bola mati dan mendesak rival mereka untuk "bersikap rendah hati."

Arsenal Makin Jauh, Unggul 7 Poin dari Man City

Pertandingan hari Minggu di Emirates menyaksikan kebangkitan emosional dari Manchester United di bawah manajer baru Michael Carrick. Meskipun tertinggal setelah gol bunuh diri oleh Lisandro Martinez, Setan Merah berjuang keras untuk mengamankan kemenangan 3-2 melawan pemimpin klasemen Premier League.

Gol-gol dari Bryan Mbeumo, Patrick Dorgu, dan gol spektakuler di menit-menit akhir dari Matheus Cunha mengamankan tiga poin penting bagi tim tamu, mengakhiri delapan tahun tanpa kemenangan di stadion ini dalam liga domestik.

Redknapp: Arsenal Bisa Memenangkan Gelar Dengan Selisih 10 Poin

Segera setelah peluit akhir berbunyi, pemain sayap Amad Diallo – yang telah bermain selama 88 menit yang mengesankan – menimbulkan kehebohan di media sosial dengan sindiran langsungnya kepada Arsenal.

Secara spesifik, Amad mengambil unggahan pra-pertandingan dari seorang penggemar lawan yang dengan percaya diri menyatakan:

Paradoks Setan Merah: Semakin Sedikit Bola, Semakin Besar Peluang Menang

"Arsenal unggul 4-0, mereka baru saja mengirimkan skripnya kepada saya." Bintang Pantai Gading itu mengutipnya bersama dengan gambar skor akhir dan pesan: "Bersikaplah rendah hati, Nak."

Pertengkaran verbal tersebut meningkat ketika penggemar itu meminta Amad untuk berhenti mengirim pesan. Sebagai tanggapan, Amad dengan blak-blakan mengejek gaya bermain Arsenal: "Arsenal tidak memiliki hal baik apa pun kecuali tendangan sudut mereka."

Pernyataan ini menyoroti fakta bahwa Arsenal telah mencetak 26 gol dari bola mati musim ini, terbanyak di lima liga top Eropa. Dalam pertandingan terakhir, gol penyama kedudukan Mikel Merino, yang membuat skor menjadi 2-2, juga berasal dari kemelut setelah tendangan sudut.

Ejekan Amad juga menargetkan kesulitan para striker tim tuan rumah. Statistik menunjukkan bahwa Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, dan Leandro Trossard semuanya mengalami periode tanpa gol yang panjang atau penurunan performa yang signifikan. Ketergantungan yang berlebihan pada bola mati ini menjadi kelemahan yang dieksploitasi oleh lawan.

Di bawah bimbingan Michael Carrick, Amad Diallo secara bertahap memantapkan dirinya sebagai pemain kunci dalam sistem taktik baru. Alih-alih bermain lebih dalam seperti di bawah manajer sebelumnya, ia dikembalikan ke posisi sayap kanan favoritnya dan secara konsisten bersinar.

Kemenangan ini mendorong Manchester United ke posisi keempat di klasemen Liga Primer, menciptakan dorongan psikologis yang besar untuk sisa musim ini.