Apakah VAR "Merampas" Kemenangan Arsenal Melawan Manchester United?
- thethao247.vn
Olret – VAR menjadi fokus kontroversi di Emirates karena Arsenal mengalami serangkaian keputusan yang tidak menguntungkan, sementara Manchester United diuntungkan untuk mengamankan kemenangan dramatis, yang membuat marah para penggemar tuan rumah.
Pendukung Arsenal terlihat marah dengan VAR setelah gol kontroversial Patrick Dorgu untuk Manchester United disahkan, sebelum tim Emirates Stadium ditolak penalti di babak kedua.
Pada menit ke-50, Dorgu melepaskan tembakan jarak jauh yang spektakuler untuk memberi Manchester United keunggulan. Namun, segera setelah merayakan gol bersama para pendukung tandang, gelandang berusia 21 tahun itu dan rekan-rekan setimnya harus menunggu VAR untuk memeriksa kemungkinan handball dalam permainan sebelumnya.
Secara spesifik, Dorgu mengontrol bola dari umpan Bruno Fernandes, tetapi bola memantul dari tangannya, melewati Martin Zubimendi, dan jatuh di posisi yang menguntungkan untuk tembakan.
Namun, setelah meninjau rekaman di Stockley Park, tim VAR yang dipimpin oleh Paul Tierney tidak meminta wasit Craig Pawson untuk memeriksa layar. Keputusan untuk mengesahkan gol tersebut menyebabkan kegemparan di tribun tim tamu, sementara para penggemar Arsenal sangat kecewa. Di media sosial, banyak yang berpendapat bahwa jika itu tim lain, situasi ini akan dihukum karena handball.
Sebelumnya, Arsenal unggul terlebih dahulu setelah gol bunuh diri Lisandro Martinez akibat tekanan dari Jurrien Timber. Namun, The Gunners gagal memanfaatkan keunggulan mereka karena Bryan Mbeumo menyamakan kedudukan untuk Man United sebelum jeda, menyusul kesalahan Zubimendi.
Di babak kedua, Dorgu terus menjadi pusat perhatian dengan gol yang memperlebar keunggulan tim tamu. Namun drama belum berakhir; Arsenal kembali dirugikan ketika tembakan Mikel Merino diblok oleh tangan Harry Maguire di dalam kotak penalti pada menit ke-70.
Wasit memutuskan bahwa bek Inggris itu menggunakan tangannya untuk menahan jatuh, dan karena itu tidak memberikan penalti kepada Arsenal. Keputusan ini semakin memicu gelombang protes keras dari para penggemar tuan rumah.
Meskipun Merino kemudian mencetak gol peny equalizer dalam sebuah kemelut, Arsenal tetap kewalahan ketika pemain pengganti Matheus Cunha dengan cepat mencetak gol untuk memberi Man United kemenangan 3-2.