Dapur SPPG De La Tina Resmi Beroperasi, 797 Paket Makanan Bergizi Gratis Disalurkan di Purwadadi Ciamis
- Op
Ciamis, Olret – Upaya peningkatan kualitas gizi anak sekolah di Kabupaten Ciamis mulai menunjukkan langkah nyata. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) De La Tina yang berlokasi di Kecamatan Purwadadi resmi beroperasi dan langsung menyalurkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada ratusan peserta didik, Senin (15/12/2025).
Pada tahap awal operasional, sebanyak 797 paket makanan bergizi didistribusikan kepada peserta didik di Desa Kutawaringin dan Desa Bantardawa.
Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat pemenuhan gizi anak usia sekolah sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Kepala SPPG De La Tina, Muhammad Ilham Syah Rizal, menjelaskan bahwa peluncuran dapur MBG tersebut bukan dilakukan secara instan.
Berbagai tahapan telah dilalui, mulai dari pengurusan perizinan, penyiapan dapur produksi yang layak, penyediaan armada distribusi, hingga perekrutan sumber daya manusia yang kompeten.
''Pelaksanaan awa (Program MBG) ini memang masih terbatas. Namun, pada awal tahun 2026 kami menargetkan distribusi MBG sudah dapat menjangkau seluruh wilayah layanan secara lebih merata,” ujar Ilham.
Ia mengungkapkan, total penerima manfaat Program MBG di wilayah layanan SPPG De La Tina mencapai 2.611 orang, yang tersebar di empat desa, yakni Kutawaringin, Bantardawa, Sukamaju, dan Padaringan.
Perluasan cakupan distribusi akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan teknis serta petunjuk pelaksanaan program.
Lebih dari sekadar jumlah, kualitas makanan menjadi perhatian utama dalam operasional dapur SPPG. Ilham menegaskan bahwa aspek higienitas dan keamanan pangan diterapkan secara ketat di setiap tahapan.
''Pengawasan kami lakukan sejak pengolahan bahan, pemasakan, hingga pemorsian. Sampel makanan juga kami ambil sebagai bagian dari pengendalian mutu. Tim melibatkan ahli gizi dan petugas khusus agar makanan yang disalurkan aman dan berkualitas,” jelasnya.
Menu MBG sendiri disusun secara terencana dan berganti setiap hari. Strategi ini dilakukan untuk menjaga minat konsumsi anak-anak sekaligus memastikan kecukupan gizi sesuai kebutuhan usia sekolah.
''Menu induk sudah disiapkan untuk jangka waktu tertentu dan dibuat bervariasi setiap hari. Tujuannya agar anak-anak tidak bosan, namun tetap mendapatkan asupan gizi yang seimbang,” tambah Ilham. *OP