Nias: Jejak Megalitik dan Rahasia di Balik Tradisi Lompat Batu
- youtube
"Setiap ukiran pada kayu mengisahkan sejarah dan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi,".
Ritual Famodaya Harimau: Mengusir Bala setiap 7 Tahun
Perjalanan berakhir di Desa Hilisimaitane untuk menyaksikan festival budaya tahunan. Puncaknya adalah ritual Famodaya Harimau, sebuah upacara tolak bala yang sangat sakral.
"Pertunjukan itu dilakukan sebagai bentuk ritual penebus dosa dan juga sebagai tolak bala masyarakat kampung adat yang dilakukan 7 tahun sekali,".
Sambil melantunkan doa kuno bernama Hoere, warga mengarak patung hewan mitologi menyerupai harimau berkeliling desa untuk menjaga kedamaian.
Sebuah Undangan untuk Dunia
Meski sering dianggap sebagai daerah yang "keras" oleh orang luar, kenyataannya Nias adalah tanah yang penuh kehangatan.
"Saya sudah membuktikan sendiri bahwa Indonesia itu ramah, terutama masyarakat Nias. Saya datang walaupun saya tidak kenal, tetap disambut dengan baik," pesan sang penjelajah di akhir perjalanannya.
Nias adalah pengingat bahwa budaya bukan hanya untuk ditonton, tapi untuk dihidupi. Selama batu masih tegak berdiri dan anak-anak kecil masih giat berlatih melompat di sore hari, jiwa Tanö Niha tidak akan pernah padam.