Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Tetap Stabil Meski Biaya Memori Naik, Ini Strategi Apple

iPhone 17 Pro
Sumber :
  • youtube

Olret – Kenaikan harga memori global dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian besar industri teknologi. Lonjakan permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan pusat data mendorong harga DRAM dan NAND naik signifikan, yang biasanya berdampak langsung pada harga perangkat seperti smartphone. Namun, laporan terbaru menyebut Apple kemungkinan tidak akan membebankan kenaikan biaya tersebut kepada konsumen iPhone Pro generasi berikutnya.

Bocoran Lengkap Poco X8 Series: X8 Pro Max Bawa Baterai 8.500mAh

Menurut analis GF Securities, Jeff Pu, Apple berencana mempertahankan harga awal iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max tetap sejajar dengan generasi sebelumnya. Artinya, harga diperkirakan tetap di angka 1.099 dolar AS untuk iPhone 18 Pro dan 1.199 dolar AS untuk iPhone 18 Pro Max, masing-masing untuk varian dasar 256GB, dengan asumsi tidak ada perubahan pada tahap akhir menjelang peluncuran.

Informasi ini berasal dari catatan riset Jeff Pu yang ditinjau oleh MacRumors. Dalam laporan tersebut, Pu menyebut Apple telah melakukan negosiasi agresif dengan pemasok utama memori seperti Samsung dan SK Hynix guna meredam dampak kenaikan harga DRAM dan NAND. Upaya serupa juga disebut terjadi dalam pembahasan kontrak panel layar serta modul kamera, dua komponen lain yang berkontribusi besar terhadap biaya produksi perangkat premium.

OxygenOS 17 Mulai Dikembangkan: Fokus Performa Ngebut dan Animasi Super Mulus

Menariknya, Apple dilaporkan mengubah strategi kontrak pembelian memori dari skema setengah tahunan menjadi negosiasi triwulanan. Langkah ini memberi fleksibilitas lebih besar dalam menyesuaikan harga dengan kondisi pasar terkini. Meski demikian, pendekatan tersebut juga membuka risiko terpapar kenaikan harga tambahan jika biaya komponen kembali melonjak pada paruh akhir 2026.

Strategi menjaga harga tetap stabil bukan tanpa alasan. Sejumlah analis, termasuk Ming-Chi Kuo, menilai Apple berupaya mempertahankan harga awal model Pro demi melindungi pangsa pasar, meskipun hal itu berpotensi sedikit menekan margin keuntungan jangka pendek. Apple dinilai mampu mengimbangi tekanan tersebut melalui pertumbuhan bisnis layanan (Services) yang terus menunjukkan performa solid.

Samsung Siap Rilis One UI 8.5 Bersama Galaxy S26: Ini Daftar HP yang Kebagian dan Fitur Barunya

Dalam laporan keuangan terbaru, divisi Layanan Apple menghasilkan lebih dari 30 miliar dolar AS dalam satu kuartal. Pendapatan dari ekosistem seperti App Store, Apple Music, iCloud, dan layanan berlangganan lainnya menjadi bantalan finansial yang memungkinkan Apple lebih fleksibel dalam strategi harga perangkat keras.

Halaman Selanjutnya
img_title