Iran Ungkap Rahasia Jatuhkan Jet Tempur AS dan Akan Berjuang Hingga AS dan Israel Menyerah

Rudal Iran
Sumber :
  • 24h.com.vn

Olret – Seorang komandan militer senior Iran mengatakan negara itu mengerahkan metode dan peralatan baru untuk "memburu" pesawat Amerika. Pernyataannya muncul setelah dua pesawat militer AS ditembak jatuh pada hari yang sama.

Bagaimana Mungkin AS Menyelamatkan Pilot yang Ditembak Iran di Wilayahnya?

Menurut informasi yang dipublikasikan, sebuah jet tempur F-15 Angkatan Udara AS ditembak jatuh saat beroperasi di wilayah udara Iran, dengan satu awak masih hilang. Sementara itu, sebuah pesawat A-10 Thunderbolt II juga terkena tembakan dan jatuh tak lama setelah meninggalkan wilayah Iran.

Mayor Jenderal Alireza Elhami, komandan Pangkalan Pertahanan Udara Gabungan Iran, mengatakan ini adalah "hasil dari taktik yang tepat, penggunaan peralatan modern, dan peningkatan sistem pertahanan udara." Namun, ia tidak mengungkapkan detail spesifik dari peningkatan tersebut.

Iran Klaim Serang Kapal Perang AS: Sejumlah Tentara Dilaporkan Tewas

Mengapa AS dan Iran Sulit Menemukan Titik Temu

Photo :
  • USAF

Menurut Mayor Jenderal Alireza Elhami, perubahan ini telah membuat pihak lawan berada dalam keadaan "kebingungan dan kekacauan."

Iran Sebut AS dan Israel Serang Fasilitas Nuklir dan Sektor Industri

Sebelumnya, New York Times, mengutip laporan intelijen AS, menyatakan bahwa Iran masih memiliki sejumlah besar rudal dan peluncur bergerak. Hal ini menimbulkan keraguan tentang efektivitas upaya Washington untuk menghancurkan kemampuan rudal Teheran.

Laporan juga menunjukkan bahwa AS kesulitan menentukan secara akurat jumlah peluncur yang hancur, karena Iran menggunakan banyak umpan untuk menyesatkan. Lebih jauh lagi, meskipun bunker bawah tanah dan fasilitas penyimpanan rusak, peluncur dapat dengan cepat diperbaiki dan dioperasikan kembali.

Seorang pejabat Barat menyatakan bahwa Iran mempertahankan tingkat serangan yang signifikan, dengan sekitar 15-30 rudal balistik dan 50-100 drone bunuh diri diluncurkan setiap hari di seluruh wilayah tersebut.

Para pejabat AS percaya bahwa Iran berupaya mempertahankan sebanyak mungkin kemampuan rudalnya, bertujuan untuk mempertahankan kemampuan pencegahan selama konflik, dan bahkan setelah konflik berakhir. Laporan terbaru juga menunjukkan bahwa sekitar setengah dari peluncur rudal balistik Iran tetap utuh, meskipun telah terjadi serangan udara AS dan Israel selama lebih dari sebulan.

Iran menyatakan akan terus berjuang hingga AS dan Israel menyerah.

Rudal Iran

Photo :
  • 24h.com.vn

Militer Iran telah menyatakan akan melakukan serangan dahsyat terhadap target AS dan Israel hingga kedua negara tersebut "menyesal dan menyerah."

"Dengan iman kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, perang ini akan berlanjut hingga kalian dipermalukan, dihina, selamanya menyesal, dan meletakkan senjata kalian serta menyerah," demikian pernyataan Ebrahim Zolfaqari, juru bicara Komando Pusat Khatam al-Anbiya, "markas besar tertinggi" angkatan bersenjata Iran, hari ini.

Hal ini dipandang sebagai respons Iran setelah Presiden AS Donald Trump berpidato di hadapan bangsa pada tanggal 1 April, mengatakan bahwa Washington akan mengirim Teheran "kembali ke Zaman Batu" dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Ia juga mengatakan bahwa Iran hanya memiliki "sedikit" peluncur rudal dan bahwa kemampuan Teheran untuk meluncurkan rudal dan drone telah "sangat terbatas."

Menurut Zolfaqari, pernyataan Trump menunjukkan bahwa AS dan Israel belum sepenuhnya menilai kemampuan militer Iran.

"Anda sama sekali tidak tahu betapa besarnya kemampuan strategis kami. Bersiaplah untuk tindakan yang lebih destruktif, berskala lebih besar, dan lebih menghancurkan dari kami," kata juru bicara tersebut

Ia juga membantah klaim bahwa pusat produksi rudal dan sistem canggih Iran telah dihancurkan.

"Jangan berpikir bahwa Anda telah menghancurkan pusat produksi rudal strategis kami, drone serang jarak jauh, sistem pertahanan udara dan peperangan elektronik modern, atau peralatan khusus, karena asumsi seperti itu hanya memperburuk situasi," kata Zolfaqari.

Seorang juru bicara Komando Pusat Khatam al-Anbiya mengatakan bahwa produksi senjata strategis Iran terus berlanjut di lokasi rahasia, di luar jangkauan musuh.

Rudal Iran

Photo :
  • AFP

Konflik telah meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan mereka terhadap Iran pada 28 Februari. Selama lebih dari sebulan, Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang memiliki pangkalan militer AS.

Presiden Trump telah berulang kali menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran berjalan dengan baik, tetapi Teheran membantah hal ini, menegaskan bahwa mereka belum melakukan pembicaraan gencatan senjata dengan Washington.

Pertempuran tersebut sejauh ini telah menelan lebih dari 3.000 nyawa, terutama di Iran dan Lebanon, menghancurkan infrastruktur dan pasokan energi, serta mengganggu pasar energi dan penerbangan global.

Sumber artikel :

  • AFP, Reuters, Anadolu
  • https://vnexpress.net/iran-tuyen-bo-se-danh-den-khi-my-israel-dau-hang-5057647.html
  • https://www.24h.com.vn/tin-tuc-quoc-te/iran-he-lo-cach-thuc-lien-tiep-ban-ha-may-bay-chien-dau-my-c415a1750590.html