Suasana Mencekam! Adu Mulut Bintang El Real vs Arbeloa Terekam Kamera, Ada Apa?
- x.com
Olret – Meskipun tampil gemilang dengan assist kelas dunia, pemain muda berbakat Arda Guler tak bisa menyembunyikan amarahnya dan berteriak kepada staf pelatih ketika ia diganti lebih awal oleh pelatih Arbeloa.
Suasana di Real Madrid lebih tegang dari sebelumnya setelah kekalahan 2-4 melawan Benfica asuhan Jose Mourinho di Liga Champions. Namun, fokus perhatian bukan hanya pada skor atau posisi kesembilan mereka di klasemen liga, tetapi pada reaksi yang sangat agresif dari pemain muda berbakat Arda Guler yang ditujukan kepada pelatih sementara Alvaro Arbeloa.
Pada hari ketika serangan Real Madrid tidak efektif, Guler menjadi satu-satunya titik terang. Gelandang asal Turki itu bermain dengan penuh energi, terus-menerus mengganggu pertahanan lawan dan memberikan assist yang luar biasa.
Namun, ketika pertandingan mencapai menit ke-79 dan Real mati-matian berusaha mencari gol peny equalizer, pelatih Arbeloa membuat keputusan mengejutkan: mengganti Guler dengan Brahim Diaz.
Seketika itu juga, "permata" sepak bola Turki itu kehilangan ketenangannya. Guler berdiri membeku di lapangan, wajahnya menunjukkan ketidakpercayaan. Kekecewaan dengan cepat berubah menjadi kemarahan. Saat ia berjalan menuju garis pinggir lapangan, di depan puluhan ribu penonton di Estadio da Luz, Guler berteriak keras dalam bahasa Inggris: "Selalu aku! Selalu aku!"
Pernyataan pahit ini seperti "mandi air dingin" bagi staf pelatih Real Madrid. Ini menunjukkan bahwa ini bukan sekadar luapan emosi selama pertandingan, melainkan akumulasi ketidakadilan yang telah dialami Guler selama ini.
Sang pemain tampaknya merasa bahwa ia selalu menjadi nama pertama yang dikorbankan dalam rencana taktis, terlepas dari performanya yang luar biasa atau seberapa besar kontribusinya terhadap permainan tim secara keseluruhan.
Setelah meninggalkan lapangan, Guler bahkan menolak untuk menatap pelatih Arbeloa. Ia berjalan menuju area teknis dengan sikap cemberut, wajah tidak senang, dan berulang kali menggumamkan kata-kata marah. Sikap ini jelas menunjukkan hubungan yang tegang antara bintang muda tersebut dan mantan legenda Spanyol itu.
Insiden ini menempatkan Real Madrid dalam posisi sulit. Arbeloa, yang sudah berada di bawah tekanan besar setelah serangkaian hasil buruk, kini menghadapi tantangan untuk mengelola ruang ganti karena para bintang muda mulai memberontak secara terbuka.